Jayapura — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar sebagai langkah membentuk generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara bijak dan mandiri. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi keuangan kepada siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 75 Jayapura.
Kepala OJK Provinsi Papua, Fatwa Aulia, mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar para pelajar terbiasa membedakan kebutuhan dan keinginan serta mampu menggunakan uang secara tepat.
“Melalui kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK), kami berharap para pelajar khususnya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 dapat membangun kebiasaan menabung sejak dini,” kata Fatwa usai kegiatan HIM dan BLK di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura, Kamis.
Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyimpan uang, tetapi juga bagaimana seseorang memahami perencanaan, penggunaan, dan pengelolaan keuangan secara bertanggung jawab. Pengetahuan tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi pelajar dalam menghadapi kebutuhan finansial di masa mendatang.
Penguatan budaya menabung dalam kegiatan HIM 2026 juga diwujudkan melalui seremoni pembukaan rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel)bbagi peserta. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal layanan keuangan formal sekaligus membiasakan mereka menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk kebutuhan di masa depan.
Fatwa menjelaskan, edukasi tersebut semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan Industri Jasa Keuangan (IJK). Para pelajar tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menabung, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai produk dan layanan jasa keuangan serta cara memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab.
“Kami ingin pelajar memiliki pemahaman yang baik mengenai produk dan layanan jasa keuangan, sehingga ketika mereka menggunakannya nantinya dapat dilakukan secara tepat, bijak, dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, OJK Papua berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari para pelajar. Kebiasaan sederhana seperti menabung, membuat perencanaan penggunaan uang, serta memahami manfaat dan risiko layanan keuangan diharapkan dapat membentuk pola pengelolaan keuangan yang sehat sejak usia dini.
Program edukasi keuangan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Dengan membekali generasi muda sejak bangku sekolah, OJK mendorong lahirnya generasi Papua yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga cakap dalam mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.











