Jayapura – Gubernur Papua Matius Fakhiri menegaskan masyarakat adat di daerah ini harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam menentukan arah pembangunan di Tanah Papua.
“Masyarakat adat bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi merupakan subjek penting dalam menentukan arah pembangunan di Tanah Papua,” katanya di sela kegiatan Konferensi III Masyarakat Adat dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu.
Menurut Fakhri, kemajuan Papua tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi tetapi pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan manusia, penghormatan terhadap adat dan budaya, serta keberlanjutan tanah, hutan, dan sumber daya alam.
“Untuk itu kami mengapresiasi kepada Dewan Adat Papua Wilayah Mamta-Tabi, panitia, serta seluruh pihak yang telah menggagas konferensi tersebut,” ujarnya.
Dia menjelaskan forum ini penting sebagai ruang konsolidasi masyarakat adat dan pemuda untuk membahas masa depan Tanah Tabi, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga hak masyarakat adat dan kelestarian sumber daya alam.
“Sehingga perlu ditempatkan pemuda adat sebagai kekuatan perubahan yang harus mampu menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.
Dia menambahkan pihaknya berharap hasil konferensi tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi dan komitmen yang dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata.










