JAYAPURA, Papua — Akses pendidikan bagi masyarakat di Provinsi Papua terus diperkuat melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di tiga wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.
Program tersebut direncanakan hadir secara bertahap pada periode 2026–2027 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang terintegrasi, khususnya bagi anak-anak yang tinggal jauh dari fasilitas pendidikan.
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi dirancang dalam satu kawasan yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. Dengan konsep tersebut, siswa dapat melanjutkan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah dalam lingkungan pendidikan yang sama.
Di Kota Jayapura, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi telah mulai berjalan dengan progres sekitar 4–5 persen. Sementara itu, persiapan pembangunan juga dilakukan untuk lokasi di Sarmi dan Biak Numfor.
Kehadiran sekolah terpadu tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi keluarga yang selama ini menghadapi kendala jarak dalam mengakses pendidikan. Fasilitas asrama yang disiapkan memungkinkan siswa dari wilayah yang relatif jauh tetap memperoleh pendidikan tanpa harus melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari.
Selain ruang belajar, kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi akan dilengkapi dengan asrama, ruang makan, fasilitas olahraga, rumah ibadah, gedung serbaguna serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Hunian bagi tenaga pendidik juga disiapkan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar.
Secara keseluruhan, fasilitas pendidikan tersebut diproyeksikan dapat menampung sekitar 2.500 siswa. Pemerintah menargetkan pembangunan di tiga lokasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana selama periode 2026–2027.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau lokasi pembangunan di Kota Jayapura, Jumat (19/9/2026), mengatakan pembangunan sekolah tersebut perlu dikawal agar berjalan tepat waktu dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas.
“Untuk Provinsi Papua, kita sedang menyiapkan pembangunan sekolah rakyat terintegrasi. Artinya jauh lebih luas, jauh lebih lengkap, ada SD, SMP, SMA semua di dalam satu kawasan,” kata AHY.
Dengan pembangunan di Jayapura, Sarmi dan Biak Numfor, program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat Papua sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih lengkap bagi anak-anak dari berbagai daerah.
Kehadiran fasilitas pendidikan terpadu juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua dalam jangka panjang, dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan secara berkelanjutan tanpa terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas.









