Home / Uncategorized / Papua Tengah Luncurkan Program BANGKIT, Perkuat Upaya Penurunan Stunting dan Kemiskinan

Papua Tengah Luncurkan Program BANGKIT, Perkuat Upaya Penurunan Stunting dan Kemiskinan

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memperkenalkan Program Strategis Gubernur Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) sebagai salah satu program unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan gizi anak, pemberdayaan keluarga, dan pengurangan angka kemiskinan.

Pada peluncuran program tersebut, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengumumkan bahwa sebanyak 1.000 anak berusia 0–4 tahun di Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, dan Paniai akan menerima bantuan sebesar Rp350.000 setiap bulan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan bahwa kehadiran Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonom baru memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengenang pengalamannya saat masih menjabat sebagai Bupati Paniai, ketika setiap kabupaten di Papua harus bersaing mengajukan program kepada pemerintah provinsi untuk memperoleh dukungan anggaran. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam merancang kebijakan yang lebih merata bagi seluruh wilayah Papua Tengah.

Meki Nawipa juga menuturkan bahwa kolaborasi yang pernah dilakukan melalui Program Lansia Paniai menjadi inspirasi dalam penyusunan Program BANGKIT, yang kini diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kabupaten.

Ia mengajak pemerintah kabupaten, organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima.

Menurutnya, Program BANGKIT disusun sebagai respons terhadap sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Papua Tengah. Pemerintah mencatat angka stunting di wilayah tersebut masih berada pada kisaran 32,5 persen, sementara tingkat kemiskinan mencapai sekitar 28,90 persen. Oleh karena itu, pemerintah juga terus berupaya memperkuat sistem pendataan agar setiap kebijakan didasarkan pada data yang akurat.

Gubernur menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah hingga aparat kampung dalam memperbarui data mengenai kemiskinan, stunting, dan angka kematian sehingga program pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, pemenuhan gizi, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Meki Nawipa juga mengungkapkan bahwa proses persiapan Program BANGKIT melibatkan berbagai koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah pusat dan mitra internasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap implementasi program tersebut.

Setelah peluncuran perdana ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana menggelar sosialisasi secara lebih luas agar masyarakat memahami sasaran penerima manfaat, mekanisme penyaluran bantuan, serta tujuan jangka panjang dari Program BANGKIT.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Program BANGKIT telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Tengah, sehingga akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan kepada 1.000 anak pada akhir tahun ini sebagai tahap awal implementasi program sekaligus langkah konkret dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan Papua Tengah.