Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi di daerah. Melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Pemprov Papua menyiapkan sejumlah langkah strategis yang menitikberatkan pada ketersediaan pangan, kelancaran distribusi, serta penguatan koordinasi antarlembaga.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan pengendalian inflasi ke depan akan dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur melalui pemanfaatan data dan sistem peringatan dini. Salah satu instrumen yang akan diperkuat adalah neraca pangan untuk mendeteksi lebih awal kemungkinan terjadinya gangguan pasokan maupun kenaikan harga komoditas.
Selain menjaga ketersediaan barang, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi pangan dari potensi yang dimiliki daerah. Sektor pertanian, perikanan, dan kelautan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan mengoptimalkan sumber daya pangan lokal.
Penguatan produksi juga perlu didukung dengan distribusi yang lebih efektif. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan infrastruktur dan konektivitas logistik agar penyaluran bahan pangan ke berbagai wilayah Papua dapat berjalan lebih lancar dan tidak menimbulkan tekanan terhadap harga.
Koordinasi antarinstansi juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Pemprov Papua akan memperkuat kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota bersama Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bulog, Satgas Pangan, organisasi perangkat daerah, serta pihak terkait lainnya.
Menurut Andry, keberhasilan pengendalian inflasi tidak semata-mata diukur dari pencapaian penghargaan, tetapi yang lebih utama adalah memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Oleh sebab itu, berbagai langkah pengendalian akan diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan.
Capaian Papua sebagai daerah berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua menjadi dorongan bagi pemerintah untuk mempertahankan kinerja tersebut. Ke depan, penguatan produksi pangan, kesiapan pasokan, serta kelancaran distribusi akan terus menjadi fokus agar stabilitas harga di Papua dapat terjaga secara berkelanjutan.









