Home / Berita Utama / Wamen HAM: Kasus Ibu Hamil Tertembak di Papua Tengah Ditangani Polri

Wamen HAM: Kasus Ibu Hamil Tertembak di Papua Tengah Ditangani Polri

JAKARTA – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyebut kasus ibu hamil yang meninggal dunia akibat tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, ditangani secara menyeluruh oleh Polri.

Menurut dia, sempat ada pemikiran untuk membentuk tim investigasi, tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari Polri terkait penanganan kasus tersebut, pembentukan tim investigasi tersebut belum dibutuhkan saat ini.

“Sebetulnya kami sempat memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan. Tapi Pak Astamaops Pak Fadil Imran sudah menjelaskan proses tersebut sedang ditangani menyeluruh, sehingga belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan, tim investigasi. Jadi sedang ditangani,” kata Mugiyanto dilansir ANTARA, Selasa, 7 Juli.

Kementerian HAM melakukan rapat koordinasi memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri dalam penanganan persoalan di Papua.

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen PolFadil Imran, dan Kepala Badan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksamana Muda TNI Farid Ma’ruf, serta jajaran Kementerian HAM.

Astamaops Polri Komjen PolFadil Imran menjelaskan tidak perlu membentuk tim tambahan, karena penanganan kasus penembakan tersebut untuk mencari pelakunya sudah berjalan dengan baik.

Dia menyebut, Polri berkolaborasi dengan TNI di lapangan dalam melakukan penegakan hukum terkait kasus tersebut.

“Saya kira tidak perlu (tim investigasi). Jadi tim Satgas Damai Cartens, Satgas Gakkum sudah bekerja tinggi koordinasi di lapangan teknisnya bagaimana untuk menemukan tersangkanya,” kata Fadil.

Tidak hanya kasus ibu hamil yang tertembak, Polri juga menangani kasus penembakan terhadap pendeta, serta kasus pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo, yang mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika SerikatNicholas FGoselinmeninggal dunia.