Home / Berita Utama / KemenHAM Hendak Investigasi Penembakan Pilot AS di Papua tapi Urung Dilakukan

KemenHAM Hendak Investigasi Penembakan Pilot AS di Papua tapi Urung Dilakukan

Jakarta – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) sempat berpikir untuk membentuk tim investigasi penembakan maut pilot Amerika Serikat (AS) Nicholas F Goselin dan kematian ibu hamil Melkiana Duwita di Intan Jaya, Papua Tengah, tapi ide itu urung dilakukan. Kenapa? Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan, tim investigasi tidak dibentuk karena pihak Kepolisian sedang menangani dua perkara tersebut.

“Sebelumnya kami memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan. Tapi tadi Pak Astamops Komjen Fadil Imran sudah menjelaskan bahwa proses tersebut sedang ditanganisecara menyeluruh, sehingga menjadi belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan, tim investigasi,” kata Mugiyanto di kantor KemenHAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Senada dengan Wamenham, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Fadil Imran mengatakan, tim tambahan belum dibutuhkan karena TNI-Polri terus berkolaborasi di lapangan dalam penegakan hukum peristiwa tersebut.

“Tidak perlu membentuk tim tambahan karena kolaborasi antara TNI-Polri di lapangan dalam konteks penegakan hukum untuk mengidentifikasi pelakunya itu sudah berjalan dengan baik,” kata Fadil. Dia mengatakan, saat ini, Satgas Damai Cartenz sedang berkerja untuk menemukan tersangka

“Saya kira tidak perlu (tim investigasi tambahan), jadi tim dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Satgas Gakkum sudah bekerja, tinggal koordinasi di lapangan teknis bagaimana untuk menemukan tersangkanya,” ujarnya.

Fadil juga menambahkan peristiwa penembak ibu hamil di Intan Jaya juga sedang ditangani TNI.

“Terkait penegakan hukum sudah. Untuk kasus yang pilot itu belum, lagi proses. Penembakan yang di Intan Jaya, maksudnya itu, sedang ditangani oleh teman-teman dari TNI,” ucap dia. Pilot AS tewas ditembak di Papua Sebelumnya, Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat jenis pilatus milik Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F Goselin, yang tewas dalam aksi penembakan dan pembakaran di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7/2026).

Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, operasi evakuasi dilakukan melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk mengamankan bandara sebagai titik masuk bantuan, serta operasi Search and Rescue (SAR) taktis guna mengevakuasi korban. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum,” kata Riyanto, dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026). “Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku,” tambah dia.

Menurut dia, operasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema yang didukung dua helikopter Caracal. Proses evakuasi dilakukan di tengah medan pegunungan yang sulit dijangkau.