Nabire – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan. Salah satunya melalui pembukaan pendaftaran Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) Otonomi Khusus Tahun 2026, yang kini resmi dibuka bagi lulusan SMA/SMK asal Papua.
Program ini memberikan kesempatan bagi generasi muda Papua untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui program afirmasi tersebut, pemerintah berupaya mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi Papua yang berdaya saing.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Freddy Edowai, mengatakan bahwa pendaftaran program ADiK tahun 2026 telah dibuka sejak 27 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 22 Mei 2026.
“Biasanya pendaftaran hanya satu bulan, tetapi tahun ini diberikan waktu tiga bulan agar adik-adik di daerah terpencil yang mengalami kendala internet tetap bisa mendaftar,” ujar Freddy Edowai.
Ia menjelaskan, program ADiK merupakan program afirmasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang ditujukan bagi putra-putri asli Papua untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di sejumlah provinsi di Indonesia.
Dalam proses pendaftaran, setiap kabupaten di Papua Tengah mendapatkan kuota sebanyak 100 peserta. Namun kuota tersebut hanya berlaku pada tahap pendaftaran dan tidak menjamin seluruh peserta akan diterima.
“Yang menyeleksi bukan provinsi atau kementerian, tetapi pihak kampus. Jadi tidak semua yang didaftarkan pasti lulus,” jelas Freddy.
Selain itu, calon peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan akademik, di antaranya memiliki nilai rata-rata minimal 75 pada setiap mata pelajaran serta tidak memiliki nilai di bawah angka tersebut.
Freddy juga mengingatkan para calon peserta agar mempertimbangkan kemampuan akademik saat memilih jurusan dan perguruan tinggi.
“Kalau nilai rata-rata 78 atau 79, sebaiknya jangan langsung memilih jurusan favorit seperti kedokteran karena persaingannya sangat tinggi,” katanya.
Melalui program ADiK Otsus ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Papua yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan mendorong kemajuan pendidikan di Tanah Papua.











