TIMIKA — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah terus mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawasi lalu lintas komoditas peternakan, perikanan, dan pertanian di lima pintu masuk strategis wilayah tersebut. Pengawasan dilakukan secara rutin sebagai upaya melindungi sumber daya alam sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Balai Karantina, Anton Panji Mahendra, di Timika, Jumat, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan di Bandar Udara Mozes Kilangin, Pelabuhan Amamapare, Pelabuhan Pomako, Pelabuhan Nabire, serta Bandar Udara Douw Atarure. Menurutnya, seluruh wilayah kerja di Papua Tengah menjadi tanggung jawab pengawasan guna memastikan setiap komoditas yang masuk dan keluar telah memenuhi persyaratan karantina.
“Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya sertifikat karantina demi menjaga kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan di Papua Tengah,” ujar Anton.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengutamakan pendekatan persuasif dan pembinaan. Beberapa waktu lalu, petugas mengamankan daging babi segar dan olahan tanpa sertifikat yang kemudian dimusnahkan sesuai prosedur. Untuk satwa endemik Papua seperti burung nuri dan kakatua jambul kuning yang diamankan, penanganan dilakukan secara profesional dengan pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan ke pihak konservasi untuk dilepasliarkan kembali.
Balai Karantina juga memberikan perhatian khusus terhadap pengawasan Hewan Penular Rabies (HPR) yang masuk melalui pelabuhan maupun bandara. Langkah ini sejalan dengan peraturan daerah di Mimika yang melarang masuknya hewan pembawa rabies, demi menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat.
Selain pengawasan, Balai Karantina aktif melayani penerbitan sertifikat kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan bagi masyarakat yang hendak mengirim komoditas ke luar daerah. Sepanjang 2025, lebih dari 3.000 sertifikat telah diterbitkan sebagai bentuk komitmen pelayanan publik yang transparan dan responsif.
Anton pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang secara sukarela melaporkan komoditas yang dibawa keluar untuk diperiksa. “Peran aktif masyarakat sangat membantu kami dalam menjaga Papua Tengah tetap aman, sehat, dan lestari,” tutupnya.











