Home / Ekonomi Bisnis / Menjaga Sayap dan Cangkang Papua: Riset Ungkap Harapan Konservasi di Tengah Perubahan Iklim

Menjaga Sayap dan Cangkang Papua: Riset Ungkap Harapan Konservasi di Tengah Perubahan Iklim

JAKARTA — Alam Papua masih menyimpan harapan bagi satwa-satwa ikoniknya. Di tengah tekanan perubahan iklim, hasil riset terbaru menunjukkan bahwa pengelolaan hutan produksi dan lanskap sungai yang dilakukan secara bertanggung jawab masih mampu menjadi rumah yang aman bagi Cenderawasih Kuning-Besar dan Kura-kura Moncong Babi—dua spesies endemik yang menjadi simbol kekayaan hayati Papua.

Penelitian terhadap Cenderawasih Kuning-Besar memperlihatkan bahwa burung surga ini masih dapat ditemukan secara konsisten di kawasan hutan produksi yang menerapkan sistem tebang pilih berkelanjutan. Selama periode penelitian, lebih dari 100 individu teridentifikasi di dua konsesi hutan, dengan beberapa wilayah dinilai memiliki tingkat kesesuaian habitat yang tinggi untuk mendukung kehidupannya.

Lebih dari sekadar mencatat jumlah populasi, para peneliti juga mendokumentasikan perilaku alami Cenderawasih, seperti ritual kawin (lekking), serta mengidentifikasi pohon pakan dan pohon lek yang menjadi bagian penting dari siklus hidup satwa tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika hutan dikelola dengan mempertimbangkan keseimbangan alam, satwa liar masih memiliki ruang untuk hidup dan berkembang.

Namun, di balik kabar baik tersebut, penelitian juga mengingatkan adanya ancaman nyata dari perubahan iklim, terutama terhadap Kura-kura Moncong Babi yang sangat bergantung pada kestabilan ekosistem sungai. Perubahan pola cuaca dan kondisi lingkungan dinilai berpotensi memengaruhi siklus hidup dan kelangsungan spesies ini, sehingga membutuhkan perhatian dan upaya konservasi yang lebih serius.

Peneliti Cenderawasih dari IPB University, Prof. Dr. Ani Mardiastuti, menegaskan bahwa hasil riset ini menjadi pengingat akan besarnya peran manusia dalam menjaga keberlanjutan alam Papua.

“Pengelolaan hutan produksi yang mempertahankan area bernilai konservasi tinggi dan menerapkan sistem tebang pilih berkelanjutan terbukti dapat mendukung keberadaan Cenderawasih. Ini menunjukkan bahwa pembangunan dan konservasi bisa berjalan beriringan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan bahwa kawasan hutan yang dikelola secara bertanggung jawab tidak hanya penting bagi kelangsungan satwa endemik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis pengamatan burung.

Melalui riset ini, tersampaikan pesan bahwa menjaga alam Papua bukan semata soal melindungi satwa liar, melainkan tentang menjaga warisan kehidupan bagi generasi mendatang—di mana manusia, hutan, dan satwa hidup berdampingan dalam keseimbangan yang saling menguatkan.