Sentani, Jayapura — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI menyoroti kondisi sejumlah bandara dan lapangan terbang di wilayah Papua yang dinilai masih memprihatinkan, khususnya yang melayani penerbangan perintis dan pesawat kecil. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Navigasi Penerbangan, Lukman F. Laisa, usai membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan X Tahun 2025 di Hotel Horison Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Lukman menjelaskan bahwa Papua memiliki jaringan penerbangan perintis yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan serta daerah yang sulit dijangkau transportasi darat. Namun di balik pentingnya layanan tersebut, banyak bandara kecil masih belum memenuhi standar keamanan penerbangan.
Menurutnya, saat ini tercatat 68 bandara di Papua telah mendapatkan sertifikasi, sementara 153 lapangan terbang telah terverifikasi. Meski demikian, sebagian besar fasilitas tersebut belum memiliki pagar pengaman yang seharusnya mengelilingi landasan pacu (runway).
“Bandara kecil di Papua banyak yang kondisinya memprihatinkan dan belum terverifikasi maupun sertifikasi. Namun ada sebagian bandara yang sudah sertifikasi dan terverifikasi itu sudah standar,” ujarnya.
Ketiadaan pagar keamanan ini membuat landasan pacu sering dilintasi masyarakat maupun hewan ternak, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Lukman menilai hal tersebut harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah, pihak otoritas bandara, dan pengelola lapangan terbang untuk mencegah risiko kecelakaan.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan fasilitas bandara tidak hanya penting bagi aspek keselamatan penerbangan, tetapi juga menjadi penopang utama mobilitas logistik, pelayanan kesehatan, dan pergerakan masyarakat di pedalaman Papua.
Rapat koordinasi yang digelar ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan standar keselamatan dan kualitas infrastruktur penerbangan, sehingga layanan transportasi udara di Papua dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan terpercaya.
Dengan kondisi geografis Papua yang penuh tantangan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sarana penerbangan demi mendukung konektivitas dan pembangunan wilayah.











