JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa menegaskan bahwa selama kepemimpinanya bersama Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, tidak ada prosesi bakar batu. Hal ini dikatakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, saat menghadiri kegiatan syukuran Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Kamis (27/3/2025).
Menurut mantan Bupati Paniai itu, prosesi bakar batu yang dilakukan oleh masyarakat bisa menghabiskan anggaran yang cukup besar.
“Uang yang digunakan untuk bakar batu itu, bisa dipakai untuk pembangunan di Provinsi Papua tengah,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (28/3/2025).
Menurut Meki, prosesi bakar batu yang dilakukan bisa mengeluarkan banyak sekali anggaran.
Oleh karena itu, Meki berkomitmen untuk tidak mengeluarkan anggaran hanya untuk prosesi bakar batu selama kepemimpinannya di Provinsi Papua Tengah.
Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa mengungkapkan bahwa di masa pemerintahannya tidak akan ada prosesi bakar batu. Uang yang dipakai untuk bakar batu, bisa digunakan membiayai pendidikan, kesehatan dan pembangunan rumah bagi masyarakat,” ujar Meki.
Meki mengajak masyarakat untuk bergotong royong bersama untuk membangun pelayanan pendidikan, kesehatan, dan infranstruktur jalan yang maksimal, sehingga bisa dinikmati oleh semua masyarakat di Provinsi Papua tengah.
“Budaya yang menguras tenaga dan uang kita tinggalkan. Saya ulangi lagi bakar batu kita stop,” ujarnya.












