Merauke – Masyarakat adat perlu dipersiapkan sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan melalui penguatan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan sekaligus memperoleh manfaat dari pembangunan yang berlangsung.
Ketua Dewan Adat Wanam sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Ilwayab, Yohanis Agabi Mahuze, mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat adat harus dimulai dari penyediaan pendidikan yang berkualitas tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat.
“Kuncinya adalah pendidikan yang berkualitas dan tetap berakar pada nilai-nilai adat serta budaya,” kata Yohanis Agabi Mahuze dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 24 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Yohanis dalam diskusi publik yang digelar di Merauke. Menurutnya, penguatan literasi dan pendidikan harus berjalan selaras dengan percepatan pembangunan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya di kawasan Wanam, Papua.
“Pembangunan adalah kebutuhan bersama. Namun, masyarakat adat juga harus dipersiapkan,” ujarnya.
Yohanis menilai kehadiran PSN Wanam akan membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakat di Distrik Ilwayab. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat setempat, terutama generasi muda agar mampu menghadapi dinamika pembangunan.
“Justru mereka harus menjadi generasi pertama yang memperoleh manfaat dari pembangunan melalui akses pendidikan yang lebih baik, pelatihan keterampilan, dan kesempatan kerja di masa depan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting bagi masyarakat adat karena mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial tanpa kehilangan identitas budaya.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, Yohanis juga menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai adat sebagai fondasi pembentukan karakter generasi Papua.
“Adat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi pedoman hidup yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan persatuan masyarakat. Karena itu, pelestarian adat harus menjadi agenda pembangunan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” kata Yohanis.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam setiap tahapan pembangunan juga menjadi faktor penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap berbagai program yang dijalankan pemerintah sekaligus memperkuat legitimasi sosial di tengah masyarakat.
“Dengan begitu, kesejahteraan, pelestarian budaya, dan kemajuan Papua dapat berjalan beriringan,” kata Yohanis.











