Home / Keamanan dan Ketertiban / Beredar Kabar Warga Yahukimo Mengungsi, Polda Papua : Kami pastikan tidak ada pengungsi !

Beredar Kabar Warga Yahukimo Mengungsi, Polda Papua : Kami pastikan tidak ada pengungsi !

Jayapura – Beredar informasi mengenai adanya warga yang mengungsi menggunakan pesawat hercules dari Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, ke beberapa daerah di Papua, termasuk ke Jayapura. Informasi itu dipastikan tidak benar atau hoaks.

Kepolisian Daerah Papua membantah ratusan warga Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mengungsi setelah aksi teror di daerah tersebut. Ratusan warga yang terbang dengan pesawat Hercules TNI AU disebut menumpang karena tidak adanya penerbangan. Di sisi lain, aktivitas warga belum pulih karena lumpuhnya transportasi udara, hingga pemberhentian aktivitas pembelajaran.

Sebelumnya, Benny menjelaskan, sebanyak 261 warga memang berangkat dari Bandara Nop Goliat, Yahukimo menuju Jayapura pada Kamis (16/3/2023) siang. Ratusan warga ini menumpang pesawat Hercules milik TNI AU karena tidak adanya penerbangan komersial.

“Jadi warga yang terbang ke Jayapura ini tidak semuanya karena takut, tetapi banyak juga yang memang sudah berencana berangkat ke Jayapura karena ada keperluan. Karena tidak ada pesawat komersil yang mau ke Yahukimo lagi makanya mereka menumpang pesawat Hercules,” ungkap Kombes Benny, Sabtu (18/3/2023).

Dijelaskan Benny, setelah penembakan pesawat Trigana Air oleh KKB pada Sabtu (11/3/2023), dua maskapai penerbangan yang selama ini melayani penerbangan dari dan menuju Dekai menghentikan sementara aktivitas penerbangan.

“Selain Trigana Air yang sementara tidak terbang ke Dekai, maskapai lainnya yaitu Wing Air juga menghentikan penerbangan mereka, akibatnya penumpang menumpuk di Bandara Noop Goliat dan saat ada pesawat Hercules yang datang mereka memanfaatkannya untuk terbang ke Jayapura,” jelas Benny.

Kombes Benny pun mengatakan, hingga saat ini situasi di Kabupaten Yahukimo mulai kondusif. Polda Papua telah menambah personel untuk mendukung Polres Yahukimo dalam pemulihan kamtibmas setelah sejumlah kejadian. Sebanyak 40 personel Brimob serta 20 personel TNI telah tiba di Yahukimo dari Jayapura dan Timika untuk menambah kekuatan.

Sebelumnya diberitakan, dalam dua pekan terakhir KKB di Yahukimo kerap melakukan aksi gangguan keamanan.

Data dari Polda Papua pada 1 Maret 2023, KKB menembak 5 anggota TNI, salah satunya adalah Komandan Kodim (Dandim) 1715/Yahukimo, Letkol Inf JV Tethool. Selain melukai Dandim dan 3 prajurit TNI, satu prajurit TNI atas nama Pratu Lukas Worambai dilaporkan meninggal dunia.

Sepekan kemudian pada Rabu 8 Maret KKB kembali menewaskan dua warga sipil. Kedua korban adalah, Emon Kabak, yang merupakan pelajar dan Viktor Hadi Sampa.

Tagged: