TIMIKA – Pengenalan potensi pangan lokal menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman siswa terhadap lingkungan dan warisan budaya Papua. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, siswa kelas VI SD Taruna Papua memperoleh kesempatan mengenal proses pengolahan sagu di pabrik CV Makmur, Timika.
Kegiatan kunjungan lapangan atau field trip ini menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas wawasan di luar ruang kelas, sekaligus memahami bagaimana salah satu sumber pangan tradisional Papua diolah melalui tahapan produksi.
Sebagai sekolah berasrama, SD Taruna Papua berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Pengenalan lingkungan sekitar dan warisan budaya setempat menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap potensi daerahnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Taruna Papua, Dewa Komang Tri Mahayana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan kurikulum melalui pembelajaran langsung di lapangan.
Menurutnya, pengalaman belajar di luar kelas memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kondisi nyata yang mereka temui di lingkungan sekitar.
“Proses observasi, wawancara dengan narasumber, serta keterlibatan dalam setiap tahapan pengolahan sagu membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah,” kata Dewa Komang.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran tentang sagu tidak hanya memperkenalkan proses pengolahan bahan pangan, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai nilai pengetahuan lokal dalam kehidupan masyarakat Papua.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperkuat karakter, serta meningkatkan penghargaan siswa terhadap kekayaan alam dan budaya daerah yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.









