Jayapura – Tokoh adat di Tanah Tabi, Kabupaten Jayapura, mengajak para pelajar untuk memprioritaskan pendidikan serta turut menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan. Pelajar diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat mengganggu proses belajar maupun situasi masyarakat.
Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw, meminta para pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Tabi, khususnya Kabupaten Jayapura.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk tetap menjaga ketenteraman dan kedamaian di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Jayapura. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan yang dapat mengganggu keamanan dan proses pendidikan,” ujarnya.
Menurut Yacob, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua. Karena itu, para pelajar diharapkan memanfaatkan waktu untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Di tengah munculnya berbagai informasi mengenai aksi pelajar dan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), tokoh adat juga mengingatkan agar persoalan yang berkembang tidak melibatkan pelajar dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu pendidikan mereka.
Para tokoh adat turut menyampaikan dukungan terhadap program MBG yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Jika dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui cara yang baik sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.
“Kami mendukung program yang memberikan manfaat bagi anak-anak. Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaannya, mari kita sampaikan dan perbaiki bersama. Jangan sampai anak-anak dilibatkan dalam persoalan yang justru dapat mengganggu pendidikan mereka,” katanya.
Yacob juga mendorong peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada pelajar agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban di Tanah Tabi diharapkan tetap kondusif. Kondisi tersebut dinilai penting agar para pelajar dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan aman dan nyaman sekaligus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus Papua.












