Jayapura, Papua– Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di wilayah Tanah Papua masih mencukupi, dengan total persediaan yang saat ini mencapai 38.811 ton.
Kepala Kanwil Perum Bulog Papua Ahmad Mustari mengatakan jumlah tersebut mencakup beras yang telah tersedia di sejumlah gudang Bulog serta pasokan yang masih dalam proses pengiriman dari Surabaya dan Makassar.
“Beras yang dimiliki Bulog Papua berasal dari Surabaya dan Makassar,” kata Ahmad Mustari kepada ANTARA di Jayapura, Papua, Kamis.
Dari total persediaan tersebut, sebanyak 18.611 ton telah tersimpan di gudang pada 10 cabang Bulog yang tersebar di Tanah Papua. Sementara itu, 20.200 ton lainnya masih berada dalam perjalanan dan proses pembongkaran di pelabuhan.
Stok yang telah berada di gudang Bulog tersebar di sejumlah wilayah, yakni Jayapura sebanyak 2.608 ton, Biak 1.987 ton, Serui 1.175 ton, Wamena 1.633 ton, Nabire 2.807 ton, dan Timika 1.237 ton.
Selanjutnya, persediaan beras di Merauke tercatat 1.372 ton, Manokwari 1.853 ton, Fakfak 876 ton, Sorong 2.451 ton, serta Teminabuan sebanyak 609 ton.
Ahmad Mustari menjelaskan, persediaan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pangan masyarakat, termasuk penyaluran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta sebagai cadangan apabila terjadi bencana alam dan membutuhkan dukungan pangan.
Menurutnya, pengelolaan stok perlu dilakukan secara baik agar ketersediaan beras tetap terjaga, terutama karena Bulog harus memastikan penyaluran beras SPHP terus berlangsung dalam rangka membantu menjaga stabilitas harga beras di masyarakat.
“Beras-beras tersebut saat ini ditampung di gudang-gudang Bulog yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat dan Papua Barat Daya,” kata Mustari.
Dengan persediaan tersebut, Bulog terus menjaga kelancaran distribusi beras di berbagai wilayah Tanah Papua sesuai kebutuhan masyarakat dan program pemerintah.














