Home / Uncategorized / Utamakan Keselamatan Masyarakat, Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi di Wilayah Seradala

Utamakan Keselamatan Masyarakat, Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi di Wilayah Seradala

Yahukimo, Papua Pegunungan – Berkembangnya informasi mengenai situasi keamanan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, hendaknya disikapi secara bijaksana oleh seluruh masyarakat, khususnya para pekerja tambang, sopir lajuran, pelaku usaha, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Dalam situasi yang masih dinamis, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk sementara waktu menghindari wilayah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, mengikuti arahan aparat dan pemerintah setempat, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pertambangan rakyat, distribusi bahan pokok, transportasi, hingga pelayanan kesehatan hanya dapat berjalan apabila situasi keamanan tetap terjaga. Karena itu, menjaga stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua, bukan hanya aparat keamanan.

Pesan tersebut sejalan dengan berbagai pernyataan tokoh Papua yang dalam beberapa waktu terakhir mengajak masyarakat mengedepankan kemanusiaan dan menolak segala bentuk kekerasan.

Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Papua Pegunungan, Agus Huby, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hukum, serta mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat Papua Pegunungan.

“Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum. Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.” Ujar Agus.

Seruan yang sama juga disampaikan Sekretaris Umum Sinode KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, yang meminta agar masyarakat sipil tidak lagi dijadikan sasaran konflik.

“Masyarakat sipil bukan bagian dari konflik bersenjata. Jangan lagi membunuh ataupun menyakiti masyarakat yang hanya mencari nafkah untuk keluarganya.”kata Yones.

Sementara itu, Ketua BMP-RI Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, mengingatkan bahwa korban kekerasan selama ini justru merupakan sesama orang Papua yang menginginkan hidup damai.

“Masyarakat Papua berhak hidup aman, bekerja, mencari nafkah, dan membesarkan anak-anak mereka tanpa rasa takut. Saya mengajak semua pihak menghentikan kekerasan karena yang menjadi korban adalah masyarakat Papua sendiri.” ujarnya.

Keprihatinan yang sama juga disampaikan Kementerian Hak Asasi Manusia, yang mengajak seluruh pihak menahan diri agar tidak terjadi penambahan korban di tengah situasi konflik yang berkembang di Yahukimo.

Di sisi lain, berbagai kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang selama ini dilaksanakan di berbagai wilayah Papua menunjukkan bahwa masyarakat lebih membutuhkan rasa aman dibandingkan konflik yang berkepanjangan. Program pembangunan fasilitas umum, pelayanan kesehatan, pendidikan, pembinaan generasi muda, bantuan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat hanya dapat berjalan apabila situasi keamanan tetap kondusif.

Karena itu, pekerja tambang, sopir lajuran, dan masyarakat di sekitar Distrik Seradala diimbau untuk:

  • Mengutamakan keselamatan diri dan sementara waktu menghindari wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan.
  • Tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  • Mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah daerah maupun aparat keamanan.
  • Segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan yang dapat membahayakan masyarakat.

Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menjaga persatuan, menolak provokasi, mengedepankan dialog, serta menghormati hukum, masyarakat Papua dapat terus menjaga ruang yang aman bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan.

Semangat gotong royong dan kepedulian yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Papua hendaknya menjadi modal utama untuk menghadapi setiap tantangan. Papua yang aman bukan hanya menjadi harapan pemerintah, tetapi juga merupakan kebutuhan seluruh masyarakat agar setiap orang dapat bekerja, mencari nafkah, dan membangun masa depan tanpa rasa takut.