NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat adat melalui penguatan akses pendidikan bagi anak-anak Suku Auye. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Bupati Nabire Mesak Magai menegaskan bahwa pemberdayaan Suku Auye telah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah sejak awal masa kepemimpinannya pada 2021. Menurutnya, selama bertahun-tahun masyarakat Suku Auye menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan dan layanan dasar karena pola hidup berpindah-pindah yang mereka jalani.
Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire meresmikan Asrama Anak Auye yang akan menjadi tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan bagi para pelajar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memastikan anak-anak memperoleh kesempatan belajar secara berkelanjutan tanpa terkendala kondisi geografis maupun sosial.
Mesak Magai menjelaskan bahwa perubahan positif yang terjadi di tengah masyarakat Suku Auye tidak terlepas dari peran Pendeta Sir John Chr Bani yang selama lebih dari dua dekade mendampingi dan membina masyarakat hingga kini mereka telah memiliki permukiman tetap. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan formal.
Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah lanjutan, mulai dari pengembangan fasilitas asrama, penyediaan transportasi sekolah, hingga pemberian kesempatan kerja bagi lulusan Suku Auye. Dua lulusan sarjana dari suku tersebut akan direkrut sebagai guru kontrak, termasuk perempuan pertama dari Suku Auye yang berhasil menempuh pendidikan tinggi.
“Saya berharap semakin banyak anak-anak Auye yang menempuh pendidikan tinggi sehingga kelak mampu menjadi pemimpin dan membangun daerahnya sendiri. Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Mesak Magai.
Sementara itu, Pendeta Sir John Chr Bani menyampaikan bahwa asrama yang baru diresmikan saat ini menampung 20 anak Suku Auye, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain mengikuti pendidikan formal di Kota Nabire, para siswa juga mendapatkan pembinaan karakter, penguatan iman, etika, serta nilai-nilai moral sebagai bekal menghadapi masa depan.
Program afirmasi pendidikan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pemerataan kesempatan belajar bagi masyarakat adat sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nabire.











