Timika – Upaya pemberdayaan perempuan Papua melalui pengembangan pangan lokal terus diperkuat. Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang diselenggarakan oleh Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut, dengan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, Papua Tengah, pada 19–20 Juni 2026 tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang bernilai gizi sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Mimika menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kapasitas perempuan Papua dalam mendukung ketahanan pangan keluarga serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam, mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan penting bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha.
“Manfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan keterampilan mengolah pangan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Pelatihan seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal,” ujar Yohana.
Menurutnya, pemanfaatan sumber daya pangan lokal tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut menghadirkan berbagai materi mengenai teknik pengolahan bahan pangan lokal, peningkatan kualitas produk, hingga pengembangan usaha berbasis hasil olahan pangan yang dapat dipasarkan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, menjelaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendorong pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Pelatihan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan pangan lokal yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Mimika.
Melalui kolaborasi antara Keuskupan Timika, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan PT Freeport Indonesia, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha lokal berbasis pangan tradisional Papua, sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki masyarakat setempat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong perempuan Papua agar semakin berdaya, produktif, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi lokal yang tersedia di lingkungan mereka.












