Home / Uncategorized / 25 Kelompok Tani di Nabire Dilibatkan Perbaiki Irigasi Sawah, Produksi Padi Didorong Kembali Optimal

25 Kelompok Tani di Nabire Dilibatkan Perbaiki Irigasi Sawah, Produksi Padi Didorong Kembali Optimal

NABIRE, PAPUA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pertanian melibatkan 25 kelompok tani dalam program rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan kuarter di tiga distrik sebagai upaya memperlancar distribusi air hingga ke lahan pertanian masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, mengatakan program tersebut merupakan dukungan Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian yang diarahkan pada wilayah sentra pertanian di Distrik Makimi, Nabire Barat, dan Wanggar.

Menurutnya, rehabilitasi difokuskan pada jaringan irigasi yang telah tersedia, terutama saluran yang mengalami kerusakan serta sejumlah pintu air yang membutuhkan perbaikan.

“Program ini pada prinsipnya untuk mengoptimalkan jaringan yang sudah ada sehingga air dapat tersalurkan dengan baik sampai ke lahan-lahan petani,” kata Yasor di Nabire, Sabtu.

Dalam pelaksanaannya, kelompok tani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut dilibatkan sejak tahap perencanaan. Masing-masing kelompok menyusun kebutuhan perbaikan jaringan tersier dan kuarter berdasarkan kondisi di lapangan, kemudian menuangkannya dalam rencana anggaran belanja (RAB) untuk diusulkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Nabire.

Dinas Pertanian juga telah melakukan rapat percepatan pelaksanaan kegiatan, termasuk mempersiapkan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) serta rencana pemanfaatan jaringan oleh kelompok tani.

Yasor menjelaskan, bantuan untuk program tersebut akan disalurkan langsung melalui rekening kelompok tani. Besaran anggaran masing-masing kelompok masih menunggu RAB yang disusun berdasarkan jenis kerusakan dan kebutuhan rehabilitasi di lapangan.

“Besaran anggaran belum ditetapkan karena masing-masing kelompok masih menyusun RAB sesuai kebutuhan perbaikan jaringan yang mereka usulkan,” ujarnya.

Di sisi lain, perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder di wilayah Kalibumi, Distrik Nabire Barat, saat ini juga tengah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua sesuai kewenangannya.

Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dan dilakukan uji coba pada Senin (14/9). Uji coba dilakukan untuk memastikan aliran air kembali berjalan dari jaringan utama menuju jaringan irigasi berikutnya.

Dinas Pertanian berharap berfungsinya kembali jaringan primer dan sekunder tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat, khususnya penanaman dan pengembangan tanaman padi di wilayah Kalibumi.

“Kalau jaringan primer dan sekunder sudah selesai, petani dapat segera memanfaatkan dan melanjutkan pembangunan atau perbaikan jaringan tersier dan kuarter sehingga distribusi air bisa dibagi secara merata ke lahan mereka,” jelas Yasor.

Sebelumnya, BWS Papua melakukan rehabilitasi saluran primer irigasi Bendung Kali Bumi sepanjang 2,8 kilometer. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kembali keandalan jaringan irigasi yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan.

Rehabilitasi mencakup saluran dari Bangunan Kontrol (BK) 0 hingga BK1 yang menjadi bagian utama sebelum aliran air diteruskan menuju jaringan sekunder.

Pekerjaan dimulai dari bangunan sand trap atau penampung endapan di kawasan Bendung Kali Bumi hingga Bangunan Kontrol 1 dengan total panjang saluran mencapai 2,8 kilometer.

Dengan perbaikan jaringan irigasi secara bertahap dari tingkat primer hingga tersier dan kuarter, pemerintah berharap ketersediaan air bagi lahan pertanian di Nabire semakin terjamin dan mampu mendukung keberlanjutan produksi pangan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *