Home / Uncategorized / Pancasila dan Noken Jadi Simbol Persatuan Siswa SMA Negeri 1 Paniai

Pancasila dan Noken Jadi Simbol Persatuan Siswa SMA Negeri 1 Paniai

PANIAI, PAPUA TENGAH – Pesan tentang persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman disampaikan melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMA Negeri 1 Paniai, Senin (5/10/2026).

Sekitar 500 siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan yang mengangkat tema “Noken dan Pancasila, Merajut Persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika”. Tema tersebut mengajak warga sekolah melihat nilai-nilai Pancasila melalui kearifan lokal Papua.

Noken dipilih sebagai simbol utama karena tidak hanya dikenal sebagai bagian dari identitas budaya Papua, tetapi juga memiliki makna kebersamaan. Berbagai benang yang dianyam menjadi satu kesatuan menggambarkan keberagaman yang dapat berjalan bersama ketika dilandasi sikap saling menghargai.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Tanah Papua. Para siswa dan guru kemudian mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan pendidikan karakter, budaya lokal, kreativitas, serta penghargaan terhadap prestasi pelajar.

Rangkaian tersebut juga menjadi kelanjutan dari Lomba Pidato Hari Kesaktian Pancasila yang digelar pada 1 Oktober 2026.

Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah penampilan kembali Ria Korina Nawipa, siswi kelas X-7 yang sebelumnya meraih Juara I Lomba Pidato Hari Kesaktian Pancasila. Di hadapan para siswa dan guru, Ria menyampaikan pidato sebagai bagian dari rangkaian peringatan di sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Paniai, Marcelina Mote, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memahami nilai persatuan melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah merupakan ruang bagi siswa dengan latar belakang yang beragam untuk belajar hidup berdampingan, membangun kebersamaan, sekaligus mengembangkan potensi masing-masing.

Keberagaman tersebut tercermin dari para siswa SMA Negeri 1 Paniai yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk suku Mee, Moni, serta masyarakat pendatang.

“Pendidikan bukan hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, menghargai perbedaan, membangun kebersamaan dan mendorong anak-anak untuk terus berprestasi,” ujar Marcelina dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Ia mengapresiasi keterlibatan siswa dan guru dalam seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila sekaligus HUT sekolah dapat menjadi dorongan bagi siswa untuk meningkatkan kedisiplinan, ketekunan dalam belajar, serta keberanian mengembangkan kemampuan.

Sementara itu, Ria Korina Nawipa mengaku bersyukur atas pencapaiannya sebagai juara pertama lomba pidato. Ia menyampaikan terima kasih kepada guru dan orang tua yang telah memberikan bimbingan serta dukungan selama mengikuti perlombaan.

Ria juga mengajak teman-temannya untuk terus belajar dan berani mengembangkan potensi. Baginya, prestasi seorang siswa bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat membawa kebanggaan bagi keluarga dan sekolah.

Semangat kebersamaan turut terlihat dalam berbagai kegiatan lain, seperti ibadah bersama, adu pantun, dan penampilan tari oleh para siswa. Sekolah juga memberikan uang pembinaan kepada para pemenang Lomba Pidato Hari Kesaktian Pancasila sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan keberanian mereka.

Para siswa juga menerima paket alat tulis sekolah dan makanan ringan. Sementara perayaan HUT ke-32 SMA Negeri 1 Paniai ditandai dengan peniupan lilin dan pemotongan kue bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan tertib. Pihak sekolah berharap momentum tersebut dapat menjadi pengingat bagi para siswa bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan.

Seperti anyaman noken yang menyatukan berbagai helai menjadi satu kesatuan, keberagaman di lingkungan sekolah diharapkan menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.

Dari Paniai, pesan tersebut disampaikan melalui ruang pendidikan: menjaga budaya, menghargai perbedaan, memperkuat kebersamaan, dan terus belajar untuk menyiapkan generasi muda Papua menghadapi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *