Nabire, 4 September 2026 — Yayasan Serikat Baptis Persaudaraan (Yasebaper) Provinsi Papua Tengah menyatakan komitmennya untuk mendirikan perguruan tinggi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Papua agar unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter Kristus.
Ketua Umum Yasebaper Provinsi Papua Tengah Erickson Mikael Maklon Saflesa mengatakan pembangunan perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya yayasan dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Hal itu disampaikannya saat ditemui RRI seusai peresmian kantor dan pemasangan papan nama Yasebaper Papua Tengah di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Nabire, Selasa (1/9/2026).
Menurut Erickson, pendirian kantor pengelola dan pemasangan papan nama yayasan merupakan bagian dari pemenuhan persyaratan sarana dan prasarana serta kelayakan operasional dalam proses pendirian Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“Pendirian sebuah Perguruan Tinggi berperan besar dalam membagun daerah lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia, khsusnya generasi muda Papua melalui kegiatan Tri Dharma,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Plt. Rektor Universitas Bakidi (UNIBAK) Papua Tengah, Mesak Mofu, S.Pd., M.Pd., mengatakan Gereja saat ini tengah menjalankan sejumlah hal penting sebagai bagian dari amanat agung Kristus.
Ia menyebut pengukuhan civitas akademika kampus telah dilakukan oleh pihak gereja bersama Yasebaper pada 21 Agustus 2026. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari amanat dan tanggung jawab yang diberikan Gereja, khususnya Gereja Baptis di Tanah Papua.
Mesak juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah, masyarakat, dan gereja dalam pengembangan UNIBAK Papua Tengah agar penyelenggaraan pendidikan tinggi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Karena dukungan dan kerja sama antara Perguruan Tinggi, masyarakat dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjalankan program pembangunan, termasuk bidang pendidikan tinggi,” ujarnya.
Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pendidikan tinggi di Papua Tengah sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Papua untuk memperoleh pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah.











