Home / Berita Utama / Papua Pegunungan Dorong Potensi Budaya dan Pariwisata Menembus Pasar Dunia

Papua Pegunungan Dorong Potensi Budaya dan Pariwisata Menembus Pasar Dunia

Wamena, Papua Pegunungan — Pemerintah terus mendorong pengembangan potensi budaya, pariwisata, produk lokal, dan ekonomi kreatif di Papua Pegunungan agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34, Wamena Coffee Festival, dan Noken Street Fashion 2026 di Kabupaten Jayawijaya.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Pegunungan, Lukas W. Kossay, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mengembangkan kekayaan budaya dan potensi alam yang dimiliki daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Jayawijaya serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan FBLB ke-34, Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 yang sangat membanggakan ini,” katanya pada pembukaan FBLB ke-34 Tahun 2026.

Menurut Lukas, tema FBLB tahun ini, yakni “From the Higt Lands of Papua to the Word”, memiliki makna penting bagi pemerintah dan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan. Tema tersebut menjadi pesan bahwa kekayaan daerah tidak hanya menjadi identitas masyarakat setempat, tetapi juga memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada dunia.

“Tema ini mengajak kita semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dari pegunungan Papua lahir kekayaan budaya, kopi berkualitas, karya seni dan semangat masyarakat yang luar biasa. Apa yang kita miliki bukan hanya kebanggaan masyarakat Papua, tetapi juga kekayaan Indonesia yang patut dikenal dan dihargai oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Pelaksanaan festival di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan pemerintah pusat dan daerah serta para wisatawan. Kehadiran berbagai pihak tersebut tidak hanya untuk menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kehidupan masyarakat Papua Pegunungan.

“FBLB adalah suara para leluhur yang masih hidup sampai hari ini. Di balik tarian, musik, noken, honai, perang-perangan adat dan seluruh kekayaan budaya yang ditampilkan ada pesan yang sangat dalam bahwa orang Papua adalah bangsa yang memiliki martabat, sejarah dan warisan yang harus dijaga bersama,” katanya.

FBLB juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata Papua Pegunungan. Festival yang telah menjadi agenda tahunan tersebut kini semakin dikenal dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.

Lukas mengatakan kehadiran wisatawan mancanegara menjadi salah satu bukti bahwa kekayaan budaya Papua Pegunungan memiliki nilai yang mampu menarik minat masyarakat internasional.

“Kepada seluru wisman yang datang dari berbagai negara, kami ingin mengatakan selamat datang di rumah atau honai ini. Semoga ketika kembali nanti yang dibawa bukan hanya foto dan kenangan, tetapi juga rasa hormat dan cinta kepada masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.

Selain FBLB, penyelenggaraan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 turut memperluas ruang promosi terhadap potensi lokal Papua Pegunungan. Kopi lokal dan noken menjadi bagian dari kekayaan daerah yang dapat dikembangkan melalui sektor ekonomi kreatif sekaligus menjadi identitas budaya masyarakat.

FBLB ke-34 dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 7-8 Agustus 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Sementara Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026 berlangsung pada 7-10 Agustus 2026 di halaman dan depan Kantor Bupati Jayawijaya.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Papua Pegunungan sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, potensi pariwisata, kopi lokal, serta karya kreatif yang dapat berkembang dan dikenal lebih luas.