Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui penciptaan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Papua Tengah sebagai provinsi layak anak sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi Provinsi Papua Tengah Layak Anak yang salah satu fokusnya adalah memastikan sekolah dan lingkungan belajar terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan. Dengan demikian, satuan pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan merasa terlindungi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaida, mengatakan bahwa penciptaan lingkungan pendidikan yang aman merupakan bagian penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak di bidang pendidikan.
“Kebijakan ini memastikan bahwa sekolah dan lingkungan belajar di Papua Tengah harus menjadi tempat yang aman, ramah anak, bebas dari kekerasan, diskriminasi, serta perundungan, sehingga tidak ada lagi anak Papua Tengah yang terabaikan hak belajarnya,” ujar Nurhaida di Nabire, Sabtu.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Karena itu, suasana belajar yang aman perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga pendidik, tetapi juga melibatkan orang tua, peserta didik, serta seluruh lingkungan masyarakat.
Nurhaida menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari perubahan mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah. Pemerintah tidak ingin pembangunan pendidikan hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan, kesehatan sosial, dan tumbuh kembang anak.
“Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang memberikan perlindungan dan rasa aman,” katanya.
Melalui komitmen tersebut, pemerintah daerah mendorong terciptanya budaya pendidikan yang menghargai setiap anak tanpa membedakan latar belakang. Sekolah diharapkan mampu menjadi ruang yang mendorong anak untuk belajar, berekspresi, berinteraksi, dan mengembangkan potensinya tanpa rasa takut terhadap kekerasan maupun perundungan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berharap komitmen menuju provinsi layak anak dapat diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak, pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, percaya diri, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.











