Home / Uncategorized / BRIN: Mayoritas Tokoh Adat Biak Papua Setuju Pembangunan Bandar Antariksa

BRIN: Mayoritas Tokoh Adat Biak Papua Setuju Pembangunan Bandar Antariksa

Jayapura – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan mayoritas tokoh adat di Biak, Papua, telah memberikan persetujuan terhadap rencana pembangunan bandar antariksa.

“Alhamdulillah, sebagian besar tokoh adat telah menandatangani persetujuan terkait pembangunan bandar antariksa di Biak,” kata Arif saat ditemui di Kantor BRIN Pusat, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Dukungan tersebut diperoleh setelah BRIN melakukan koordinasi dan dialog dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan di wilayah tersebut.

Arif mengatakan, BRIN belum lama ini mengunjungi Biak untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta tokoh-tokoh adat guna membahas rencana pembangunan bandar antariksa.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat di Biak. Kami juga sudah berdialog dengan tokoh-tokoh adat,” ujarnya.

Menurut Arif, BRIN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan keberadaan bandar antariksa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi.

“Yang terus kami tekankan adalah bagaimana bandar antariksa ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Itu menjadi perhatian utama kami,” katanya.

Bandar Antariksa Biak akan dibangun di lahan 100 hektare Terkait kesiapan lahan, ia menjelaskan kebutuhan untuk zona inti bandar antariksa mencapai sekitar 100 hektar.

“Untuk zona inti, kebutuhan lahannya sekitar 100 hektar dan tanah tersebut sudah dimiliki BRIN. Pengadaan lahannya sudah dilakukan sejak lama,” kata Arif.

Terkait kesiapan lahan, ia menjelaskan kebutuhan untuk zona inti bandar antariksa mencapai sekitar 100 hektar.

“Untuk zona inti, kebutuhan lahannya sekitar 100 hektar dan tanah tersebut sudah dimiliki BRIN. Pengadaan lahannya sudah dilakukan sejak lama,” kata Arif.

Kerja Sama dengan India Selain zona inti, pembangunan bandar antariksa juga memerlukan zona penyangga (buffer zone) sebagai salah satu persyaratan teknis untuk mendukung operasional fasilitas tersebut.

Di sisi lain, BRIN masih terus mengkaji berbagai aspek teknis pembangunan bandar antariksa, termasuk penentuan lokasi. Meski Biak menjadi salah satu kandidat utama, masih terdapat beberapa opsi yang tengah dipelajari.

“Ada beberapa opsi dan saat ini tim masih terus melakukan kajian,” ucap Arif.

Sebelumnya, BRIN menyebut Biak menjadi salah satu calon lokasi pembangunan bandar antariksa karena dinilai memiliki posisi geografis yang strategis. Wilayah tersebut telah dikaji sejak awal 1990-an dan dianggap efisien untuk mendukung peluncuran satelit karena kedekatannya dengan orbit.