Jayapura – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden yang melibatkan pesawat PK-RCY di Papua. Peristiwa ini merupakan kejadian kedua pada tahun 2026 yang secara langsung menghilangkan nyawa pilot serta membahayakan awak pesawat, penumpang, dan operasional penerbangan sipil di Papua.
“Berulangnya insiden serupa dalam tahun yang sama menunjukkan bahwa ancaman terhadap penerbangan sipil masih nyata dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Ketua Umum IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (5/7/2026).
Sebagai organisasi profesi yang mewakili pilot Indonesia, IPI menegaskan bahwa setiap bentuk penyerangan, intimidasi, kekerasan, perusakan, maupun pembakaran terhadap pesawat sipil dan personel penerbangan merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena tidak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia, tetapi juga mengganggu layanan transportasi udara yang menjadi sarana vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan di Papua,” ujarnya. Muammar Reza juga mengatakan bahwa pilot dan awak pesawat sipil menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan tidak boleh menjadi sasaran ancaman maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan sipil harus menjadi prioritas bersama, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Disamping itu, IPI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini, termasuk operator penerbangan, aparat keamanan, petugas lapangan, serta pihak lain yang memberikan dukungan dan informasi. “Kami IPI akan terus berkoordinasi dengan regulator, operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah, serta International Federation of Air Line Pilots’ Associations guna mendorong penguatan keamanan penerbangan sipil di Papua,” pungkasnya. Sebelumnyas, Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut bahwa KKB Bakusip pimpinan M Mbalingga adalah pelaku aksi pembakaran dan penembakan pilot pesawat PK RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada 2 Juli 2026.











