Jayapura – Pemerintah terus mengintensifkan upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah Papua melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, aparat keamanan, serta masyarakat guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, termasuk di wilayah-wilayah terpencil.
Langkah tersebut dinilai strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, meminta Dinas Pangan Provinsi Papua untuk terus mengoptimalkan program ketahanan pangan daerah agar masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan berkualitas.
“Tugas utama Dinas Pangan adalah memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan berjalan baik sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki Papua,” kata Aryoko di Jayapura.
Ia menilai Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus mendorong pemetaan potensi pangan lokal di setiap kabupaten dan kota agar dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi bahan pangan melalui dukungan Perum Bulog. Dari gudang Bulog di Jayapura, puluhan ribu ton beras telah disiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di enam provinsi wilayah Papua.
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga ketersediaan serta pemerataan distribusi pangan hingga menjangkau daerah terpencil.
“Tantangan geografis di Papua tidak mengurangi komitmen kami untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang layak dan terjangkau,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah turut memperkuat distribusi pangan melalui berbagai program seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.
Upaya memperkuat ketahanan pangan juga dilakukan melalui pemberdayaan petani lokal. Salah satunya melalui kegiatan panen raya jagung yang digelar Polda Papua Tengah di Kabupaten Nabire sebagai bagian dari pengembangan sektor pertanian masyarakat.
Irwasda Polda Papua Tengah, Gatot Suprasetya, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui sinergi berbagai pihak tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan di Papua akan semakin kuat dan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia.











