Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat sektor pertanian dengan menargetkan perluasan lahan sawah baru seluas 18.000 hektare pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi besar dalam meningkatkan produksi padi sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di wilayah Papua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Lunanka Daimboa, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan cetak sawah rakyat yang telah dimulai pada tahun sebelumnya.
“Pada 2025, kami telah melakukan pembukaan lahan sekitar 1.000 hektare. Tahun ini kami lanjutkan dengan target yang lebih besar untuk mendorong peningkatan produksi pertanian,” ujarnya di Jayapura, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, pengembangan lahan sawah tersebut akan difokuskan di empat wilayah potensial, yakni Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Waropen, dan Kepulauan Yapen. Keempat daerah ini dinilai memiliki potensi lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan pertanian padi.
Saat ini, program masih berada pada tahap awal berupa survei dan identifikasi lahan. Tahapan ini akan dilanjutkan dengan pembukaan lahan sebelum masuk ke fase penanaman.
“Proses saat ini masih dalam tahap survei identifikasi. Setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan lahan agar bisa segera masuk tahap tanam,” jelas Lunanka.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada optimalisasi setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong sinergi lintas sektor agar percepatan program dapat berjalan sesuai target.
Percepatan tersebut juga didukung oleh keterlibatan brigade pangan serta pendampingan intensif dari para penyuluh pertanian yang secara rutin melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan kesiapan lahan dan petani.
Melalui program cetak sawah ini, Pemprov Papua berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua.











