NABIRE – Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) Papua Tengah terus diperkuat dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, berencana membangun Akademi Komunitas di Nabire sebagai ruang belajar inklusif yang membekali generasi muda dengan keterampilan praktis dan relevan.
Akademi yang akan dibangun di Kota Nabire ini dirancang dengan kurikulum yang menyesuaikan budaya serta karakter masyarakat Papua Tengah. Menurut Gubernur, pendidikan adalah fondasi utama untuk mendorong kemajuan daerah dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua.
“Kami meyakini bahwa hanya melalui pendidikan yang baik, potensi daerah ini dapat terangkat dan berkembang,” ujarnya dalam sebuah dialog interaktif di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.
Pembangunan Akademi Komunitas ini difokuskan pada pendidikan vokasi yang menekankan keterampilan siap pakai. Tujuannya bukan sekadar mencetak lulusan bergelar akademik, tetapi menghadirkan individu yang mandiri, terampil, dan mampu menjawab kebutuhan lokal. Masyarakat nantinya dapat belajar berbagai keahlian praktis, seperti pembuatan speedboat, menjadi pemandu wisata, hingga keterampilan teknis lainnya yang relevan dengan potensi daerah.
Agar program berjalan optimal, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian mendalam. Riset tersebut bertujuan memastikan konsep akademi benar-benar selaras dengan budaya, kondisi sosial, dan kebutuhan ekonomi masyarakat Papua Tengah.
Akademi Komunitas ini dirancang inklusif, terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan keahlian, tanpa membatasi pada prestasi akademik semata. Semangatnya adalah memberdayakan masyarakat agar menjadi ahli dalam bidang yang mereka tekuni, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan daerah.
Sebagai provinsi baru, Papua Tengah menghadapi tantangan besar dalam membangun struktur sosial dan ekonomi. Namun, Gubernur Meki menegaskan bahwa konsistensi dalam memperkuat SDM menjadi kunci utama untuk menyiapkan masa depan yang berkelanjutan.
“Dengan pondasi yang kokoh hari ini, kita memastikan bahwa 100 tahun ke depan, anak dan cucu kita dapat melanjutkan pembangunan ini dengan bekal keahlian yang mumpuni,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga telah menggulirkan berbagai program pendidikan seperti Sekolah Sepanjang Hari (SSH), pemberian laptop gratis bagi siswa SMA, hingga kebijakan sekolah gratis. Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berorientasi pada penguatan SDM Papua Tengah secara berkelanjutan.











