Mimika – Gabungan Tim Satgas Gakkum dan Intel Operasi Damai Cartenz-2025 berhasil menangkap Yekis Wanimbo alias Salahmakan Tabuni, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Penangkapan dilakukan pada Selasa (10/6/2025) pukul 14.35 WIT di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Menurut Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Salahmakan Tabuni terlibat dalam aksi pembakaran fasilitas PT. Unggul di Kabupaten Puncak pada 2021. “Penangkapan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Papua,” ujar Brigjen Faizal.
Salahmakan diketahui bagian dari kelompok KKB pimpinan Numbuk Telenggen. Ia diduga bersama dua rekannya, Beniku Tabuni dan Alenus Tabuni, membakar Camp PT. Unggul di Kampung Mundidok menggunakan bensin dan korek api.
Dalam operasi ini, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
- 1 pucuk senjata api revolver buatan Pindad.
- Tas bercorak Bintang Kejora.
- Foto almarhum Nanditer Waker (Kepala Desa Walani).
- Uang tunai dalam pecahan Rp100.000, Rp10.000, dan koin logam.
- Buku tabungan atas nama tersangka.
- 2 bungkus emas hasil pendulangan.
- 2 unit ponsel (Nokia dan Vivo).
- Dompet berisi dokumen pribadi.
- Barang-barang ini akan menjadi bukti pendukung dalam proses hukum terhadap tersangka.
Sebelum penangkapan, Salahmakan dilaporkan mencoba melarikan diri ke Mimika dan mengubah penampilannya untuk menghindari identifikasi. Berdasarkan informasi intelijen, ia berencana menemui seseorang bernama Yoyakim Mujizau, yang kini juga dalam penyelidikan aparat.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui keterlibatannya dalam aksi pembakaran, meskipun berdalih hanya mengikuti arahan tanpa menyulut api. Ia juga mengungkapkan hasil emas dari pendulangan di Kali Kuluk digunakan untuk mendukung kegiatan KKB, termasuk pembelian senjata.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa Polri selalu mengutamakan pendekatan persuasif dalam setiap operasi penegakan hukum. Namun, tindakan tegas tetap dilakukan jika terdapat ancaman terhadap aparat.
“Kami menghimbau masyarakat untuk terus mendukung upaya kami dan tidak terpengaruh oleh propaganda kelompok kriminal bersenjata,” ujar Kombes Yusuf.
Tim penyidik masih mendalami peran Salahmakan Tabuni dalam jaringan distribusi senjata dan pendanaan KKB. Penyidikan lanjutan akan dilakukan untuk mengungkap lebih banyak informasi terkait aktivitas kelompok pimpinan Numbuk Telenggen dan pihak-pihak yang terlibat.
Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai.












