Home / Kesejahteraan / “Satgas Damai Cartenz Rangkul Pelajar Ilaga, Tebar Pesan Damai di Tengah Pegunungan Papua”

“Satgas Damai Cartenz Rangkul Pelajar Ilaga, Tebar Pesan Damai di Tengah Pegunungan Papua”

Ilaga, Papua – Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti sebuah sekolah di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (28/4/2025), saat sejumlah personel Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2025 hadir untuk melaksanakan patroli dialogis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan humanis yang kini menjadi bagian penting dari strategi keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah rawan konflik.

Patroli ini bukan hanya sebatas rutinitas pengamanan. Para personel datang tanpa senjata di tangan, tetapi dengan senyum ramah dan pesan-pesan positif untuk anak-anak sekolah yang tengah mengikuti kegiatan belajar. Dengan cara ini, Satgas Damai Cartenz ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak selalu identik dengan kekerasan atau operasi militer, melainkan juga membawa harapan dan rasa aman.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan non-represif yang kini dikedepankan dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menegaskan bahwa keterlibatan langsung aparat dalam aktivitas sosial masyarakat merupakan langkah strategis untuk meredam potensi konflik sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan warga.

“Kami ingin membangun Papua melalui pendekatan hati. Anak-anak adalah generasi penerus, dan mereka harus tumbuh dalam suasana yang aman dan mendukung. Kehadiran kami di sekolah adalah simbol bahwa negara peduli terhadap masa depan mereka,” jelas Brigjen Faizal.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menciptakan rasa aman di tengah masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan senjata atau operasi militer. Diperlukan pendekatan psikologis dan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama di sektor pendidikan yang menjadi kunci pembangunan jangka panjang di Papua.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa strategi pendekatan humanis seperti ini telah terbukti mampu mencairkan ketegangan yang sebelumnya sering muncul antara warga dan aparat keamanan.

“Dengan masuk ke ruang-ruang sosial seperti sekolah, kami bisa membangun kepercayaan. Masyarakat tidak lagi melihat kami sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra yang turut menjaga dan melindungi mereka,” ujarnya.

Dari sisi komunikasi publik, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk tetap menjaga sinergi dengan aparat keamanan demi menciptakan kondisi yang kondusif dan mendukung proses pembangunan yang merata.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan, karena hanya dengan stabilitas kita bisa mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir sebagai pelindung dan penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan warga Papua. Dalam suasana damai dan kebersamaan yang dibangun melalui pendekatan ini, terbuka jalan bagi harapan baru: Papua yang lebih aman, lebih cerdas, dan lebih maju.

Tagged: