Jayapura, 12 Januari 2025 – Tokoh Papua yang juga aktivis pendidikan, Arius Mofu, menekankan bahwa pendidikan anak-anak di Papua memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan pemerataan akses dan kualitas. Dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Jayapura, Mofu mengungkapkan keprihatinannya atas ketimpangan pendidikan yang masih terjadi di Papua, terutama di daerah-daerah terpencil.
Menurut Mofu, meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah Papua, namun masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas dasar seperti ruang kelas yang layak dan akses terhadap teknologi. “Di banyak daerah di Papua, anak-anak masih harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan pendidikan, bahkan beberapa sekolah masih menggunakan bangunan darurat,” ujar Mofu.
Mofu juga mengungkapkan bahwa pendidikan di Papua belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan lokal, di mana sistem pendidikan yang ada kurang menyesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. “Pendidikan di Papua harus mencakup pengetahuan yang relevan dengan kehidupan masyarakat Papua, serta memperkenalkan kearifan lokal kepada anak-anak sejak dini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mofu meminta pemerintah untuk lebih mendukung guru-guru di Papua, dengan meningkatkan pelatihan dan kesejahteraan mereka. “Guru-guru di Papua memainkan peran yang sangat besar, namun mereka sering kali menghadapi tantangan besar, mulai dari minimnya fasilitas hingga isolasi geografis,” ungkap Mofu.
Mofu juga mengusulkan agar program beasiswa lebih diperluas, serta fasilitas pendidikan berbasis teknologi di daerah-daerah terpencil dapat ditingkatkan. “Pendidikan adalah hak anak-anak Papua, dan mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih impian mereka,” tambahnya.
Dengan pernyataan ini, Mofu berharap agar pemerintah lebih fokus dalam mengatasi masalah pendidikan di Papua, sehingga generasi muda Papua dapat tumbuh dengan pengetahuan yang cukup dan memiliki peluang yang setara untuk berkompetisi di dunia global











