Home / Imbauan / Tokoh Pemuda Papua Himbau Masyarakat Agar Tidak Terprovokasi Ajakan Demo 15 Agustus 2024

Tokoh Pemuda Papua Himbau Masyarakat Agar Tidak Terprovokasi Ajakan Demo 15 Agustus 2024

Jayapura, 9 Agustus 2024 – Tokoh pemuda terkemuka di Provinsi Papua, Absalom Kreway Yerisitouw, yang juga menjabat sebagai Ketua Setya Kita Pancasila (SKP) Provinsi Papua, memberikan himbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kaum milenial, agar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan demonstrasi yang direncanakan pada 15 Agustus 2024 mendatang. Demonstrasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban dan kedamaian di Tanah Papua.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Jumat (9/8/2024) di Jayapura, Absalom menyampaikan bahwa ajakan demo yang mempertanyakan keabsahan Papua sebagai salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah langkah yang tidak menghargai sejarah perjuangan bangsa. Ia menegaskan bahwa saat ini, masyarakat Papua telah menikmati kemerdekaan serta berbagai manfaat dari kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) yang diberikan pemerintah.

“Kita semua sudah hidup damai dan rukun dengan beragam aktivitas dan pekerjaan. Jangan hanya karena ajakan demo yang tidak bertanggung jawab, kita terbawa ke dalam kepentingan yang tidak benar,” ujar Absalom yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Barisan Merah Putih Kabupaten Jayapura.

Lebih lanjut, Absalom menekankan bahwa Papua telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI selama puluhan tahun, di mana masyarakat hidup dalam harmoni dengan sesama warga Nusantara. Pemerintah, menurutnya, terus berupaya membangun Papua dan memberikan kesempatan luas bagi anak-anak Papua untuk berkarya di berbagai sektor, termasuk di instansi pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Apakah semua ini bukan upaya pemerintah untuk memajukan SDM orang Papua? Ini adalah hal terbaik. Kenapa kita harus bernostalgia dengan kisah lalu yang hanya jadi cerita? Mari kita semua bersatu menolak ajakan yang tidak benar, siapkan diri dengan pendidikan agar kita bisa merdeka dari kebodohan,” tambah Absalom.

Sebagai solusi alternatif, Absalom menyarankan agar jika terdapat persoalan atau kasus yang perlu dibahas, sebaiknya dilakukan melalui diskusi ilmiah atau pertemuan yang dapat memberikan pencerahan, bukan melalui demonstrasi yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

“Ada baiknya kita mengadakan doa bersama atau diskusi ilmiah agar kita dapat lebih memahami sejarah. Tanah Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI, sekarang tinggal bagaimana kita berkarya,” tutup Absalom dalam himbauannya.

Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan masyarakat Papua dapat lebih bijak dalam menyikapi situasi yang ada dan bersama-sama menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih.

Tagged: