suaranewspapua.com- WAMENA- Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Jhon Richard Banua mengatakan langkah pencegahan COVID-19 yang dilakukan adalah lebih kepada sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat, atau belum memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.
Jhon Banua di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Senin, mengatakan kesadaran dari pribadi masing-masing masyarakat untuk mencegah COVID-19 sangat penting.
“Jadi kalau kita memberikan peraturan bahwa ada saksi, tetapi saat di depan pemberi sanksi masyarakat taat tetapi di belakang (tidak dilihat pemberi sanksi) masyarakat tidak pakai masker, sama saja pencegahan tidak berhasil. Jadi yang penting sosialisasi untuk kesadaran masyarakat,” katanya.
Jhon mengatakan belum dilakukan pembahasan bersama forkopimda terkait penerapan sanksi di wilayah itu.
“Kami kalau memberikan sanksi, itu harus ada tahapan dahulu, kita harus ada rapat dengan muspida, berkoodinasi dengan DPR untuk menetapkan satu aturan,” katanya.
Ia mengatakan jumlah pasien COVID-19 di Jayawijaya setiap harinya mengalami penurunan jumlah. Pengurangan jumlah itu terjadi sebab pemerintah menempatkan petugas di Bandara Sentani, yang merupakan pintu masuk masyarakat ke kabupaten di pegunungan, termasuk Jayawijaya.
“Kami puji syukur kepada Tuhan bahwa dengan kita membuka posko di Sentani, maka COVID-19 di sini sudah menurun, sekarang tinggal tiga,” katanya.
Menurut Jhon, tiga pasien positif COVID-19 yang sementara menjalani perawatan di RSUD Wamena, semuanya merupakan pasien yang datang dari luar Jayawijaya, yang terdeteksi saat tiba dengan pesawat di Bandaran Wamena.
“Tiga semua berasal dari luar Jayawijaya atau dari Jayapura yang datang untuk bekerja, tetapi kondisinya pas reaktif di bandara, kita tindaklanjuti ternyata positif sehingga mereka dirawat,” katanya.











