WAMENA– Peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Provinsi Papua Pegunungan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan pemerintah provinsi maupun kabupaten dinilai penting untuk mendorong pengembangan perguruan tinggi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Samuel Mofu, mengatakan keberadaan perguruan tinggi di Papua Pegunungan perlu diimbangi dengan perhatian dan dukungan konkret dari pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri wisuda angkatan XVII Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Minggu.
Menurut Suriel, perguruan tinggi yang telah berdiri di sejumlah wilayah Papua Pegunungan memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar institusi pendidikan tersebut dapat berkembang dan memberikan pelayanan akademik secara lebih optimal.
“Kami berharap ada dukungan bagi pengembangan perguruan tinggi di Papua Pegunungan supaya dapat mendidik sumber daya manusia daerah tersebut secara lebih maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan perguruan tinggi lokal juga menjadi salah satu upaya agar generasi muda Papua Pegunungan memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.
Dengan tersedianya perguruan tinggi yang berkualitas, masyarakat dapat mengakses pendidikan lebih dekat sekaligus mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan apabila melanjutkan studi ke luar wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berharap anak-anak kita dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang ada di Papua Pegunungan, sehingga tidak perlu kuliah ke luar daerah yang tentunya membutuhkan biaya lebih besar,” katanya.
Selain memberikan kemudahan akses pendidikan, Suriel menilai keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di daerah sendiri juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi wilayah setempat.
Menurutnya, biaya pendidikan yang dibelanjakan di perguruan tinggi lokal berpotensi menggerakkan perekonomian daerah dan mendukung percepatan pembangunan.
“Kalau anak-anak kita kuliah ke luar daerah, maka uang yang dikeluarkan akan masuk ke daerah lain. Namun, jika mereka kuliah di sini, uang tersebut akan berputar di Papua Pegunungan dan ikut mendorong percepatan pembangunan daerah,” jelasnya.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terdapat delapan perguruan tinggi aktif yang terdaftar di Provinsi Papua Pegunungan.
Kedelapan perguruan tinggi tersebut meliputi Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena (UNAIM) Jayawijaya, Universitas Baliem Papua (UNIBA) Jayawijaya, Universitas Sains dan Teknologi Okmin Papua (UOP) Pegunungan Bintang, STKIP Abdi Wacana Wamena Jayawijaya, STKIP Kristen Wamena Jayawijaya, STIPER Petra Baliem Wamena Jayawijaya, Akademi Bahasa Asing Netaiken Wamena Jayawijaya, serta Universitas Lambu Barat Nduga.
Di samping itu, terdapat sejumlah Sekolah Tinggi Teologi dan perguruan tinggi keagamaan Kristen yang juga beroperasi di wilayah tersebut. Institusi pendidikan tersebut berada di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama.










