Nabire – Ribuan warga dari tiga kabupaten di Papua Tengah menyatakan dukungannya terhadap program pendidikan gratis yang diluncurkan pemerintah provinsi Papua Tengah. Melalui surat resmi, mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan wakil gubernur Deinas Geley karena kebijakan tersebut dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus membuka masa depan generasi muda Papua.
Apresiasi Masyarakat dari kabupaten Puncak dan Puncak Jaya yang tersebar di tiga wilayah, yakni kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Nabire disampaikan melalui surat pernyataan bernomor 01/6/2026 yang ditujukan ke gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, dan wakil gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si. Surat itu ditandatangani perwakilan masyarakat, Yeri Murib.
Dalam surat tersebut, masyarakat menilai kebijakan pembebasan biaya pendidikan dari jenjang SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi merupakan langkah strategis yang memberi harapan baru bagi generasi muda Papua Tengah.
Yeri Murib mengatakan selama ini banyak orang tua mengalami kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Kondisi ekonomi yang terbatas sering memaksa keluarga mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan sekolah, termasuk menjual aset maupun hasil usaha keluarga.
“Program ini menjadi harapan besar bagi masyarakat karena membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Papua untuk mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya,” ujar Murib, Kamis (26/6/2026).
Menurutnya, sejak kebijakan tersebut diumumkan, semangat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak semakin meningkat. Di sejumlah wilayah seperti Sinak, Ilaga, Mulia, Bina hingga Nabire, antusiasme pelajar dan orang tua terhadap pendidikan terlihat semakin tinggi.
Tak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, program pendidikan gratis juga dinilai memberikan dampak sosial yang positif. Tokoh masyarakat dan tokoh agama menilai kebijakan tersebut sebagai upaya nyata pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua Tengah yang berkualitas di masa mendatang.
Masyarakat berharap melalui pendidikan yang lebih mudah diakses, akan lahir generasi baru yang mampu menjadi pemimpin, tenaga kesehatan, guru, dan berbagai profesi lainnya yang dibutuhkan di daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, masyarakat berkomitmen untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mengenyam pendidikan dengan baik. Mereka juga berjanji menjaga fasilitas pendidikan yang telah disediakan pemerintah serta terus mendoakan para pemimpin daerah agar diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Kami percaya pendidikan adalah jalan untuk membangun masa depan Papua Tengah yang lebih baik. Karena itu kami siap mendukung dan menyukseskan program ini,” tulis Yeri Murib dalam pernyataannya.
Program pendidikan gratis yang didukung anggaran sebesar Rp77,851 miliar tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil.











