Home / Uncategorized / Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Peningkatan SDM di Kota Jayapura

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Peningkatan SDM di Kota Jayapura

Jayapura – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua terus diperkuat melalui pembangunan Sekolah Rakyat yang akan hadir di Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Program yang digagas bersama oleh Pemerintah Kota Jayapura dan Kementerian Sosial ini ditujukan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta mereka yang sempat putus sekolah.

Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Papua, sekaligus mendukung lahirnya SDM yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, menjelaskan bahwa peserta didik yang akan diterima dalam program tersebut berasal dari kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, berdasarkan data kesejahteraan yang telah diverifikasi.

“Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan kepada warga masyarakat kita yang memang kurang mampu, yang diambil datanya dari kelompok desil 1 dan desil 2,” kata Mathius Pawara, Senin (15/6/2026).

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kota Jayapura telah menyiapkan lahan seluas enam hektare yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kompleks pendidikan terpadu berbasis asrama. Fasilitas ini nantinya mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

Menurut Mathius, proses penerimaan siswa saat ini masih terus berjalan dengan prioritas bagi anak-anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan maupun yang ingin kembali melanjutkan sekolah.

“Siswa ini kita rekrut memang putus sekolah dan yang mau lanjut ke tingkatan. Untuk ini memang sementara kita melakukan perekrutan siswa baru. Sekolah berpola asrama dari tingkatan SD, SMP, dan SMA,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, Sekolah Rakyat akan melibatkan berbagai instansi terkait. Dinas Sosial akan berperan dalam aspek pengelolaan sekolah, sementara Dinas Pendidikan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pembelajaran dan kebutuhan tenaga pendidik.

“Guru-guru yang bertugas nantinya direkrut melalui Kementerian Sosial dengan syarat mutlak memiliki latar belakang pendidikan keguruan,” jelas dia.

Meski pembangunan fisik sekolah masih dalam tahap persiapan, proses pendidikan bagi calon siswa telah mulai berjalan melalui pemanfaatan fasilitas pemerintah yang tersedia. Saat ini, sekitar 50 siswa tingkat SMA telah mengikuti kegiatan belajar di Balai Diklat Sosial, sementara sekitar 40 siswa tingkat SD dan SMP menjalani pendidikan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Melalui program ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap semakin banyak anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan yang layak. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan SDM Papua yang unggul untuk masa depan.