Nabire — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai pilar utama dalam arah pembangunan daerah. Kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemajuan Papua Tengah secara berkelanjutan.
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Pembangunan Papua Tengah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari kualitas manusianya. Karena itu, pendidikan kami tempatkan sebagai sektor prioritas pembangunan,” ujar Gubernur Nawipa.
Ia menyampaikan, Pemprov Papua Tengah telah menyiapkan berbagai program pendukung, salah satunya pendidikan gratis bagi anak-anak Papua Tengah di berbagai jenjang.
Program tersebut bertujuan memastikan seluruh anak memiliki akses pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi. “Tidak boleh ada anak Papua Tengah yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.
Selain akses pendidikan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru yang bertugas di wilayah pedalaman dan terpencil.
Menurut Gubernur Nawipa, peran guru sangat menentukan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. “Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kesejahteraan dan kualitas mereka harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Dengan menempatkan pendidikan sebagai sektor utama pembangunan, Pemprov Papua Tengah berharap dapat menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa mendatang.















