{"id":6409,"date":"2021-03-21T17:48:52","date_gmt":"2021-03-21T08:48:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=6409"},"modified":"2021-03-21T17:49:12","modified_gmt":"2021-03-21T08:49:12","slug":"siasat-satgas-nemangkawi-berhasil-bikin-kkb-papua-kelaparan-video-dialog-pimpinan-opm-curhat-di-ht","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2021\/03\/21\/siasat-satgas-nemangkawi-berhasil-bikin-kkb-papua-kelaparan-video-dialog-pimpinan-opm-curhat-di-ht\/","title":{"rendered":"Siasat Satgas Nemangkawi Berhasil Bikin KKB Papua Kelaparan, Video Dialog Pimpinan OPM Curhat di HT"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/\"><strong>Suaranewspapua.com<\/strong><\/a> &#8211; Siasat Satgas\u00a0Nemangkawi, gabungan dari prajurit TNI-Polri berhasil membuat KKB\u00a0Papua kelaparan dan makin susah bergerak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini Satgas&nbsp;Nemangkawi semakin menggiatkan operasi setelah ulah KKB&nbsp;Papua yang kian beringas, di antaranya menyandera pilot dan penumpang Susi Air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam video viral di Instagram, tampak seorang pimpinan OPM berkomunikasi dengan pentolan KKB&nbsp;Papua Lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka berkomunikasi menggunakan alat handytalky (HT). Keduanya sama-sama menceritakan kondisinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, salah satu pentolan OPM memilih mundur duluan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut dialog antar pimpinan KKB&nbsp;Papua yang sudah merasakan sulitnya hidup dan kelaparan di hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video viral itu diunggah akun Instagram @gardadepan_ind.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tampak seorang pimpinan KKB berdialog dengan kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pimpinan KKB yang memakai kaus tanpa lengan dan bercelana pendek ini&nbsp; mengaku capek karena gerakannya terus dipantau TNI-Polri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia mengaku persediaan makanannya kini sudah habis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka (TNI-Polri) semakin banyak, kami mau mundur saja,&#8221; kata pentolan KKB ini dengan bahasa asli Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rekannya di seberang sambungan HT pun merasakan hal yang sama.&nbsp; &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Jadi begini bapa, kami disini juga susah, di sini kami juga susah untuk makan,&#8221; katanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya pentolan KKB ini memutuskan akan mundur, sementara kelompok lain di seberang diminta untuk tetap bertahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ya sudah kalau kalian bertahan, kami mundur duluan saja,&#8221; katanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pentolan KKB menyerah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Didampingi ibu dan istri, pimpinan KKB di Distrik Kosiwo, Kabupaten Yapen, Papua, menyerahkan diri dan menyatakan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (17\/3\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat itu, Noak Orarei mencium bendera merah putih di depan Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya NKRI, Saya Indonesia,&#8221; kata Noak di halaman Polres Kepulauan Yapen.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Noak juga menyerahkan dua senjata rakitan, amunisi dan bendera bintang kejora dan seragam loreng.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi menjelaskan, pendekatan yang dilakukan aparat keamanan untuk mengajak Noak bergabung lagi dengan NKRI tak mudah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Noak, menurutnya, sempat ragu karena khawatir akan reaksi aparat keamanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun setelah dilakukan pendekatan dengan tetap mengedepankan kemanusiaan dan mengutamakan kesejahteraan Noak sekeluarga, polisi berhasil meyakinkan pimpinan KKB tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya juga meyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat hingga Noak Orarei dapat kembali setia kepada Pancasila dan UUD 1945,&#8221; ujar Ferdyan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan itu, Noak juga sempat mengajak rekan-rekannya di KKB untuk menyerahkan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kepada teman-teman di seluruh Papua khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen yang masih mendukung memperjuangkan kemerdekaan Papua agar segera mengikuti jejak saya, bergabung dengan NKRI,&#8221; ujar Noak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Ferdyan mengaku akan meminta pemerintah daerah setempat agar mendukung Noak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pemda harus memperhatikan saudara Noak Orarei karena dia salah satu dari masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen,&#8221; jelas Ferdyan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti diberitakan sebelumnya, Noak saat itu juga menyerahkan dua pucuk senjata api rakitan dengan sejumlah 15 butir amunisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amunisi itu terdiri dari tujuh butir peluru tajam SS1 kaliber 5.56 milimeter, tujuh butir peluru revolver kaliber 86 pin, serta satu butir peluru SS1-V5 kaliber 5.56 milimeter.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>DPR minta TNI, Polri dan BIN sinergi<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Komisi I DPR menilai penyanderaan menjadi bukti masih lemahnya pengawasan aparat keamanan di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong TNI, Polri dan BIN dapat bersinergi melakukan peningkatan pengawasan ekstra ketat, agar penyergapan oleh KKB&nbsp;Papua di ruang publik seperti bandara atau lapangan terbang tidak kembali terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel &#8216;Pasca Susi Air Disandera KKB&nbsp;Papua, Polisi Perketat Pengamanan di Bandara Perintis &amp; Daerah Rawan&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasca-penyanderaan Pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Wangbe, Kabupaten Puncak, Kepolisian Daerah Papua akan memperketat pengamanan di Bandara Perintis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khususnya di daerah rawan KKB&nbsp;Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah daerah rawan KKB&nbsp;Papua yang menjadi perhatian pihak kepolisian yakni Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Nduga, Tembagapura Mimika dan Kabupaten Puncak Jaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabid Humas Polda Papua, &nbsp;mengatakan Polda berencana membangun Polsek dan Polres di daerah rawan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suaranewspapua.com &#8211; Siasat Satgas\u00a0Nemangkawi, gabungan dari prajurit TNI-Polri berhasil membuat KKB\u00a0Papua kelaparan dan makin susah bergerak. Saat ini Satgas&nbsp;Nemangkawi semakin menggiatkan operasi setelah ulah KKB&nbsp;Papua yang kian beringas, di antaranya menyandera pilot dan penumpang Susi Air. Dalam video viral di Instagram, tampak seorang pimpinan OPM berkomunikasi dengan pentolan KKB&nbsp;Papua Lainnya. Mereka berkomunikasi menggunakan alat handytalky<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6414,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32,82,30],"tags":[],"class_list":["post-6409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukumkriminal","category-keamanan-dan-ketertiban","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6409"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6409\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}