{"id":40373,"date":"2026-10-12T00:03:14","date_gmt":"2026-10-12T00:03:14","guid":{"rendered":"https:\/\/suaranewspapua.com\/?p=40373"},"modified":"2026-10-12T00:03:14","modified_gmt":"2026-10-12T00:03:14","slug":"pemprov-papua-siapkan-rumah-aman-bagi-perempuan-dan-anak-korban-kekerasan-pada-2027","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/10\/12\/pemprov-papua-siapkan-rumah-aman-bagi-perempuan-dan-anak-korban-kekerasan-pada-2027\/","title":{"rendered":"Pemprov Papua Siapkan Rumah Aman bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan pada 2027"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAYAPURA, PAPUA \u2013 Upaya memberikan rasa aman dan memastikan pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua. Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov Papua merencanakan pembangunan rumah perlindungan bagi korban kekerasan yang akan dimasukkan dalam program pembangunan pada 2027.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas bersama karena berkaitan langsung dengan nilai kemanusiaan, martabat, serta masa depan generasi Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, penanganan kasus kekerasan masih menghadapi tantangan, salah satunya karena terdapat kejadian yang belum dilaporkan maupun tercatat. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius agar korban mendapatkan akses terhadap perlindungan dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakhiri meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan evaluasi terhadap fasilitas rumah perlindungan yang telah menjadi aset Pemprov Papua. Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat difungsikan secara optimal sesuai peruntukannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan, keberadaan rumah perlindungan harus mampu memberikan tempat aman sementara bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan. Dengan demikian, korban diharapkan memiliki ruang untuk memperoleh perlindungan dan menjalani proses penanganan tanpa harus berada dalam situasi yang membahayakan keselamatannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menyiapkan fasilitas perlindungan, Fakhiri menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani kasus kekerasan. Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, lembaga adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar penanganan korban dapat dilakukan secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, setiap kasus harus ditangani berdasarkan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku. Pendekatan sosial juga dapat dipertimbangkan apabila memungkinkan dan sesuai dengan ketentuan, tanpa mengabaikan perlindungan korban serta proses hukum yang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rencana penyiapan rumah perlindungan pada 2027 diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di Papua. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat yang aman, tetapi juga membutuhkan koordinasi antarlembaga agar korban memperoleh penanganan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui langkah tersebut, Pemprov Papua berupaya mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mencegah kekerasan serta memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan sesuai haknya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA, PAPUA \u2013 Upaya memberikan rasa aman dan memastikan pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua. Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov Papua merencanakan pembangunan rumah perlindungan bagi korban kekerasan yang akan dimasukkan dalam program pembangunan pada 2027. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40374,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489],"tags":[1861],"class_list":["post-40373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-papua-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40373"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40375,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40373\/revisions\/40375"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}