{"id":40278,"date":"2026-10-06T02:04:35","date_gmt":"2026-10-06T02:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/suaranewspapua.com\/?p=40278"},"modified":"2026-10-06T02:04:35","modified_gmt":"2026-10-06T02:04:35","slug":"pemprov-papua-perluas-lahan-pertanian-perkuat-untuk-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/10\/06\/pemprov-papua-perluas-lahan-pertanian-perkuat-untuk-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Pemprov Papua Perluas Lahan Pertanian, Perkuat untuk Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAYAPURA, PAPUA \u2013 Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong peningkatan produksi pangan dengan memperluas areal persawahan sekaligus mengoptimalkan lahan pertanian yang selama ini tidak produktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, Pemprov Papua menargetkan pembukaan sekitar 6.500 hektare sawah baru hingga akhir 2026. Program tersebut akan disertai rehabilitasi terhadap sejumlah lahan persawahan yang sudah lama tidak dimanfaatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPada akhir tahun ini kami membuka 6.500 lahan sawah, ditambah beberapa rehabilitasi sawah-sawah yang sudah tidur,\u201d kata Fakhiri di Jayapura, Jumat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, penambahan luas lahan pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produksi beras sekaligus mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya tersebut dinilai semakin potensial karena produktivitas padi di sejumlah wilayah Papua telah menunjukkan hasil positif. Saat ini, rata-rata produksi padi di Papua disebut telah mencapai lebih dari delapan ton per hektare.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, sejumlah daerah mampu mencatat produktivitas yang lebih tinggi. Kabupaten Keerom, misalnya, mampu menghasilkan sekitar 12,8 ton padi per hektare.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cProvinsi Papua sekarang terdepan, yaitu 12,8 ton kami sudah menghasilkan. Untuk itu peningkatan produktivitas padi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan sehingga perekonomian Papua tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memperluas areal persawahan, Pemprov Papua juga mendorong peningkatan intensitas tanam dengan memperkuat dukungan infrastruktur pertanian, terutama irigasi dan ketersediaan pompa air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakhiri mengatakan, pemerintah tidak menargetkan pola tanam yang terlalu tinggi bagi petani, namun mendorong agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga petani mampu melakukan hingga tiga kali panen dalam setahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami tidak minta empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali. Sehingga Provinsi Papua bisa tiga kali panen,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, peningkatan produktivitas dan intensitas tanam tersebut diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan beras masyarakat di wilayah pesisir, tetapi juga memperkuat distribusi pangan menuju wilayah pegunungan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pembukaan sawah baru, rehabilitasi lahan tidur, serta dukungan irigasi dan pompa air, Pemprov Papua berharap sektor pertanian semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan Papua dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA, PAPUA \u2013 Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong peningkatan produksi pangan dengan memperluas areal persawahan sekaligus mengoptimalkan lahan pertanian yang selama ini tidak produktif. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, Pemprov Papua menargetkan pembukaan sekitar 6.500 hektare sawah baru hingga akhir 2026. Program tersebut akan disertai rehabilitasi terhadap sejumlah lahan persawahan yang sudah lama tidak<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40279,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489],"tags":[1861],"class_list":["post-40278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-papua-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40278"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40280,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40278\/revisions\/40280"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}