{"id":40164,"date":"2026-09-29T00:19:23","date_gmt":"2026-09-29T00:19:23","guid":{"rendered":"https:\/\/suaranewspapua.com\/?p=40164"},"modified":"2026-09-29T00:19:23","modified_gmt":"2026-09-29T00:19:23","slug":"kerajinan-kulit-kayu-papua-tembus-finalis-kriyanusa-2026-peluang-perluasan-pasar-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/09\/29\/kerajinan-kulit-kayu-papua-tembus-finalis-kriyanusa-2026-peluang-perluasan-pasar-terbuka\/","title":{"rendered":"Kerajinan Kulit Kayu Papua Tembus Finalis Kriyanusa 2026, Peluang Perluasan Pasar Terbuka"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAYAPURA, PAPUA \u2013 Kerajinan berbahan kulit kayu asal Papua berhasil masuk sebagai salah satu finalis dalam ajang Kriyanusa 2026 yang digelar di Jakarta. Capaian tersebut menjadi kesempatan bagi produk kerajinan lokal untuk semakin dikenal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menilai masuknya kerajinan kulit kayu sebagai finalis menunjukkan bahwa produk kriya Papua memiliki potensi untuk bersaing dan mendapat perhatian di tingkat nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Provinsi Papua, Irawan, mengatakan keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan kerajinan Papua kepada masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKeikutsertaan Papua dalam Kriyanusa 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku UMKM,\u201d kata Irawan di Jayapura, Senin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, masuknya produk kerajinan kulit kayu Papua dalam jajaran finalis juga dapat menjadi dorongan bagi para perajin lokal untuk terus mengembangkan kualitas dan inovasi produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ajang Kriyanusa 2026 sendiri masih berlangsung hingga 30 September. Kondisi tersebut memberikan waktu bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk mengenal lebih jauh berbagai produk kerajinan yang ditampilkan, termasuk karya dari Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAjang Kriyanusa 2026 ini akan berlangsung hingga 30 September sehingga diharapkan menjadi peluang untuk semakin banyak lagi yang mengenal produk Papua tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Irawan menjelaskan Papua memiliki beragam potensi kerajinan yang berasal dari kekayaan bahan dan budaya lokal. Potensi tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendukung pengembangan tersebut, Disperindag Papua mendorong penguatan komunikasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah itu diperlukan untuk memetakan potensi kerajinan sekaligus memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku UMKM di berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, sinergi antarpemerintah daerah dapat membantu memperluas promosi serta membuka peluang bagi produk kerajinan Papua untuk mengikuti berbagai pameran dan ajang tingkat nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan masuknya kerajinan kulit kayu sebagai finalis Kriyanusa 2026, pemerintah daerah berharap semakin banyak produk kerajinan Papua yang mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada pasar nasional, sekaligus memberikan peluang bagi perajin lokal untuk mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA, PAPUA \u2013 Kerajinan berbahan kulit kayu asal Papua berhasil masuk sebagai salah satu finalis dalam ajang Kriyanusa 2026 yang digelar di Jakarta. Capaian tersebut menjadi kesempatan bagi produk kerajinan lokal untuk semakin dikenal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menilai masuknya kerajinan kulit kayu<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40165,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489,34,2515],"tags":[690],"class_list":["post-40164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-ekonomi-bisnis","category-kesejahteraan","tag-papua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40164"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40166,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40164\/revisions\/40166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}