{"id":40145,"date":"2026-09-28T04:43:31","date_gmt":"2026-09-28T04:43:31","guid":{"rendered":"https:\/\/suaranewspapua.com\/?p=40145"},"modified":"2026-09-28T04:43:31","modified_gmt":"2026-09-28T04:43:31","slug":"komisi-i-dpr-isu-papua-tidak-semestinya-dipolitisasi-di-forum-pbb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/09\/28\/komisi-i-dpr-isu-papua-tidak-semestinya-dipolitisasi-di-forum-pbb\/","title":{"rendered":"Komisi I DPR: Isu Papua Tidak Semestinya Dipolitisasi di Forum PBB"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta &#8211; Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan isu Papua perlu dibahas secara utuh dan tidak semestinya dipolitisasi melalui forum internasional, menyusul pernyataan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sukamta dalam keterangannya menilai pembahasan mengenai Papua perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kedaulatan negara, perlindungan masyarakat sipil, pembangunan, penegakan hukum, hingga dinamika keamanan yang berlangsung di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dia, Indonesia memiliki posisi konstitusional dan hukum yang jelas mengenai Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, setiap negara diharapkan menghormati prinsip kedaulatan dan tidak mencampuri urusan domestik negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Komisi I DPR RI menolak secara tegas dan tidak menoleransi segala bentuk narasi bias yang disampaikan oleh Perdana Menteri Kepulauan Solomon mengenai wilayah kedaulatan Indonesia,&#8221; kata Sukamta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menilai forum PBB semestinya dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional serta mencari solusi atas berbagai persoalan global, bukan menjadi ruang untuk menyampaikan tuduhan sepihak terhadap negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sukamta juga meminta Pemerintah Kepulauan Solomon menghormati hukum internasional dan prinsip nonintervensi dalam hubungan antarnegara. Menurut dia, diplomasi di kawasan Pasifik semestinya diarahkan pada penguatan kemitraan yang konkret.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, Sukamta mengatakan pembahasan mengenai hak asasi manusia (HAM) di Papua juga harus memperhatikan masyarakat sipil yang terdampak kekerasan bersenjata, termasuk guru, tenaga kesehatan, anak-anak, dan warga yang berada di wilayah terdampak konflik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Hak asasi manusia yang paling mendasar adalah hak untuk hidup dengan aman,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mendorong agar pendekatan penegakan hukum di Papua terus dievaluasi dengan mengedepankan prinsip humanisme, pencegahan, serta perlindungan terhadap masyarakat sipil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sukamta menekankan bahwa persoalan Papua memiliki kompleksitas yang mencakup aspek keamanan, pembangunan, kesejahteraan, pelayanan publik, dan perlindungan masyarakat. Karena itu, menurut dia, setiap pembahasan mengenai Papua perlu mempertimbangkan keseluruhan aspek tersebut secara berimbang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan isu Papua perlu dibahas secara utuh dan tidak semestinya dipolitisasi melalui forum internasional, menyusul pernyataan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York. Sukamta dalam keterangannya menilai pembahasan mengenai Papua perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489],"tags":[1861],"class_list":["post-40145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-papua-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40145"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40147,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40145\/revisions\/40147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}