{"id":39966,"date":"2026-09-17T15:31:52","date_gmt":"2026-09-17T15:31:52","guid":{"rendered":"https:\/\/suaranewspapua.com\/?p=39966"},"modified":"2026-09-17T15:31:52","modified_gmt":"2026-09-17T15:31:52","slug":"pemprov-papua-pegunungan-dorong-budaya-menanam-pohon-dimulai-dari-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/09\/17\/pemprov-papua-pegunungan-dorong-budaya-menanam-pohon-dimulai-dari-sekolah\/","title":{"rendered":"Pemprov Papua Pegunungan Dorong Budaya Menanam Pohon Dimulai dari Sekolah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN \u2013 Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong sekolah menjadi salah satu tempat awal untuk membangun kebiasaan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan menanam dan merawat pohon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Papua Pegunungan sebagai bagian dari edukasi lingkungan kepada generasi muda. Kebiasaan menjaga alam dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini agar kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plt. Kepala DLHKP Papua Pegunungan, Lince Kogoya, dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu, mengatakan kegiatan menanam pohon dapat menjadi fondasi awal untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGenerasi muda khususnya anak-anak sekolah harus diajarkan sejak dini untuk menanam dan merawat pohon supaya mereka ke depan membantu pemerintah menjaga keseimbangan alam di Papua Pegunungan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Lince, kegiatan penghijauan tidak harus dilakukan dalam skala besar. Pelajar mulai dari tingkat PAUD hingga SMA\/SMK dapat dilibatkan dalam kegiatan menanam pohon di lingkungan yang mudah dijangkau, seperti halaman rumah maupun sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPenanaman bisa dilakukan di halaman rumah maupun halaman sekolah, supaya memberikan edukasi yang positif bagi anak-anak kita dalam mencintai alam dan lingkungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menilai, kegiatan menanam pohon akan lebih bermakna apabila tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan merawat dan menjaga tanaman hingga tumbuh dengan baik. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, peran guru dinilai penting dalam membentuk kebiasaan tersebut. Guru diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung dalam kegiatan sederhana yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGuru-guru harus dapat memberikan pemahaman kepada murid-muridnya dalam merawat, menjaga dan melestarikan alam melalui menanam pohon,\u201d kata Lince.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DLHKP Papua Pegunungan berharap keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat memperluas edukasi lingkungan di kalangan generasi muda. Kebiasaan menanam dan merawat pohon sejak dini diharapkan dapat membentuk kepedulian jangka panjang terhadap kelestarian alam di Papua Pegunungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN \u2013 Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong sekolah menjadi salah satu tempat awal untuk membangun kebiasaan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan menanam dan merawat pohon. Upaya tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Papua Pegunungan sebagai bagian dari edukasi lingkungan kepada generasi muda. Kebiasaan menjaga alam dinilai<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39964,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489],"tags":[1861],"class_list":["post-39966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-papua-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39967,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39966\/revisions\/39967"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}