{"id":37558,"date":"2026-05-17T10:15:51","date_gmt":"2026-05-17T01:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=37558"},"modified":"2026-05-17T10:15:53","modified_gmt":"2026-05-17T01:15:53","slug":"polisi-tambah-personil-untuk-hentikan-perang-antar-suku-di-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/05\/17\/polisi-tambah-personil-untuk-hentikan-perang-antar-suku-di-papua\/","title":{"rendered":"Polisi Tambah Personil Untuk Hentikan Perang Antar Suku di Papua"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jayawijaya &#8211; Bentrok antar warga yang melibatkan kelompok suku Pirime dan suku Kurima di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, terus menjadi perhatian aparat keamanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepolisian Daerah Papua<br>memastikan akan menambah personel guna mencegah konflik meluas dan menelan lebih banyak korban jiwa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapolda Papua, Irjen Patrige Renwarin, mengatakan penambahan pasukan dilakukan untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan bentrokan. Aparat juga akan melakukan penyekatan guna mengantisipasi mobilisasi massa dari kedua kelompok yang bertikai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita akan menambah personel untuk pengamanan agar konflik ini tidak meluas. Personel akan ditempatkan di sejumlah titik untuk melakukan penyekatan sekaligus mencegah perang suku semakin meluas,\u201d ujar Irjen Patrige Renwarin di Jayapura, Jumat (15\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pengamanan, Polda Papua juga menggandeng tokoh gereja, tokoh adat, serta pemerintah daerah untuk mempercepat proses mediasi dan penyelesaian denda adat yang menjadi akar konflik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Kapolda, aparat saat ini juga fokus membantu pencarian korban hanyut di Kali UE pasca robohnya jembatan gantung yang dilintasi massa di tengah situasi konflik. Proses pencarian dilakukan aparat gabungan bersama masyarakat guna menghindari munculnya bentrokan susulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang menjadi fokus utama aparat saat ini adalah memastikan proses pencarian korban berjalan aman sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan di tengah konsentrasi massa yang cukup besar di wilayah Woma dan Kota Wamena,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, meminta penambahan pasukan segera direalisasikan untuk mencegah meluasnya konflik akibat mobilisasi massa dari kedua kubu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita pemerintah daerah berharap adanya dukungan pengamanan tambahan untuk mencegah mobilisasi massa dari kedua kelompok karena jika ada mobilisasi massa maka konflik semakin meluas,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diketahui, perang suku tersebut dipicu persoalan lama terkait denda adat pascakecelakaan lalu lintas pada 2024 yang menewaskan seorang anggota DPRD dari Kabupaten Lanny Jaya. Situasi memanas setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang. Hingga kini, proses pencarian korban masih terus berlangsung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jayawijaya &#8211; Bentrok antar warga yang melibatkan kelompok suku Pirime dan suku Kurima di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, terus menjadi perhatian aparat keamanan. Kepolisian Daerah Papuamemastikan akan menambah personel guna mencegah konflik meluas dan menelan lebih banyak korban jiwa. Kapolda Papua, Irjen Patrige Renwarin, mengatakan penambahan pasukan dilakukan untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37559,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489,82],"tags":[1861],"class_list":["post-37558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-keamanan-dan-ketertiban","tag-papua-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37558"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37560,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37558\/revisions\/37560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}