{"id":37413,"date":"2026-05-09T13:55:50","date_gmt":"2026-05-09T04:55:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=37413"},"modified":"2026-05-09T13:55:54","modified_gmt":"2026-05-09T04:55:54","slug":"semangat-siswa-disabilitas-di-nabire-deki-degei-bermimpi-majukan-pendidikan-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/05\/09\/semangat-siswa-disabilitas-di-nabire-deki-degei-bermimpi-majukan-pendidikan-papua\/","title":{"rendered":"Semangat Siswa Disabilitas di Nabire, Deki Degei Bermimpi Majukan Pendidikan Papua"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NABIRE \u2013 Semangat belajar dan tekad kuat ditunjukkan seorang siswa disabilitas asal Papua Tengah, Deki Degei (15), saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Mepa Boarding School, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Sabtu (2\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski hanya bertumpu pada satu kaki, siswa kelas 10 SMA itu tampil percaya diri memimpin jalannya upacara yang diikuti ratusan peserta, mulai dari siswa, guru, pendamping asrama hingga jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upacara tersebut turut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang bertindak sebagai inspektur upacara. Selama kurang lebih 50 menit pelaksanaan kegiatan, Deki mampu menjalankan tugasnya dengan lancar tanpa menunjukkan rasa gugup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deki mengaku awalnya terkejut ketika ditunjuk menjadi pemimpin upacara oleh pihak sekolah beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Namun, ia memilih menerima tugas tersebut dengan penuh keyakinan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dSaya awalnya kaget, tapi saya tidak takut. Lalu, saya mau (untuk menjadi pemimpin upacara,\u201d ujar Deki dilansir dari laman Kompas.id, Rabu (6\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjelang pelaksanaan upacara, Deki mempersiapkan diri dengan berlatih bersama rekannya, Daniel Yeimo. Dengan kondisi fisik yang dimilikinya, ia tetap yakin mampu menjalankan tugas dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deki diketahui berasal dari Kampung Ekauwiya, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan petani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kaki kiri Deki hilang akibat kecelakaan yang dialaminya saat masih kecil di Jayapura. Meski demikian, kondisi tersebut tidak pernah mematahkan semangatnya untuk menempuh pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dSaya tetap semangat sekolah. Dulu waktu SD, saya sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia,\u201d ujar Deki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di kampung halamannya, Deki memutuskan melanjutkan pendidikan di Mepa Boarding School demi mengejar cita-citanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dSaat itu, di Paniai, saya diajak oleh guru untuk sekolah Mepa. Saya mau karena punya mimpi untuk terus sekolah,\u201d kata Deki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Deki mengaku menyukai sejumlah mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, dan Matematika. Ia pun memiliki cita-cita menjadi kepala dinas pendidikan agar dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dDi kampung, saya punya teman-teman tidak sekolah. Mereka mabuk hingga isap lem di jalan. Saya juga mau bangun banyak sekolah,\u201d ucap Deki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala SMA Mepa Boarding School Engelbertus Otu menilai Deki sebagai sosok siswa yang memiliki semangat dan tekad luar biasa. Menurutnya, Deki tidak pernah ingin diperlakukan berbeda meskipun memiliki keterbatasan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebut Deki tetap menjalani aktivitas sekolah secara mandiri tanpa menggunakan alat bantu jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dSelama ini dia tidak pernah pakai tongkat. Kami juga sudah menawarkan. Dari dinas provinsi, ada tawaran untuk kaki palsu. Bulan kemarin, kami terus mendekati dan membujuk akhirnya Deki mau,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat Deki juga mendapat perhatian dari Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa. Menurut Meki, Deki menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri yang patut diapresiasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dDia tidak minder, dia menjadi pemimpin upacara terbaik yang pernah saya lihat,\u201d ucap Meki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Meki, berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan inklusif bagi seluruh anak Papua tanpa terkecuali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dBagi saya, tidak boleh ada anak-anak Papua tertinggal di belakang,\u201d katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE \u2013 Semangat belajar dan tekad kuat ditunjukkan seorang siswa disabilitas asal Papua Tengah, Deki Degei (15), saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Mepa Boarding School, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Sabtu (2\/5\/2026). Meski hanya bertumpu pada satu kaki, siswa kelas 10 SMA itu tampil percaya diri memimpin jalannya upacara yang diikuti ratusan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37414,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489,257],"tags":[690],"class_list":["post-37413","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-pendidikan","tag-papua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37413"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37413\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37415,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37413\/revisions\/37415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}