{"id":37248,"date":"2026-04-30T09:11:45","date_gmt":"2026-04-30T00:11:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=37248"},"modified":"2026-04-30T09:11:57","modified_gmt":"2026-04-30T00:11:57","slug":"papua-tengah-dorong-sekolah-sepanjang-hari-untuk-perkuat-kualitas-sdm-di-wilayah-pedalaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/04\/30\/papua-tengah-dorong-sekolah-sepanjang-hari-untuk-perkuat-kualitas-sdm-di-wilayah-pedalaman\/","title":{"rendered":"Papua Tengah Dorong Sekolah Sepanjang Hari untuk Perkuat Kualitas SDM di Wilayah Pedalaman"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabire \u2013 Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjadikan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi anak-anak di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengatakan bahwa SSH dirancang dengan konsep sekolah berasrama, di mana para siswa tidak hanya menerima pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, fasilitas kebersihan, serta perlengkapan mandi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita dorong SSH dapat diterapkan di seluruh kabupaten di Papua Tengah karena program ini dirancang untuk menjawab tantangan akses pendidikan terutama di wilayah pedalaman,\u201d katanya di Nabire, Selasa (28\/4).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan SSH di Kabupaten Puncak sebagai proyek percontohan, yang menurutnya menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pemerintah kabupaten juga didorong untuk membangun satu unit SSH tambahan dengan memanfaatkan dana otonomi khusus (otsus) melalui APBD masing-masing daerah. Dengan skema tersebut, setiap kabupaten diharapkan memiliki dua sekolah dengan konsep serupa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGubernur biayai satu, bupati biayai satu, jadi setiap kabupaten ada dua sekolah SSH,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meki Nawipa menambahkan bahwa program SSH juga menjadi pendekatan alternatif dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah pegunungan yang masih menghadapi penolakan dari masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDi daerah gunung banyak yang menolak MBG, sehingga kita kemas dalam bentuk SSH agar bisa diterima dan dirasakan langsung oleh anak-anak,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah. Berdasarkan data pemerintah provinsi, IPM Papua Tengah pada 2025 mengalami peningkatan dari 60,25 menjadi 60,64 poin, atau naik sebesar 0,39 poin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTidak ada di dunia ini orang yang hebat kalau tidak sekolah. Oleh karena itu, kita pastikan anak-anak Papua Tengah bisa mendapatkan pendidikan yang layak, terutama di kampung-kampung,\u201d ujar Meki Nawipa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap implementasi program SSH dapat memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus melahirkan generasi yang sehat, terdidik, dan memiliki daya saing di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire \u2013 Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjadikan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi anak-anak di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengatakan bahwa SSH dirancang dengan konsep sekolah berasrama, di mana para siswa tidak hanya<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37249,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37250,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37248\/revisions\/37250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}