{"id":34618,"date":"2026-01-12T14:24:24","date_gmt":"2026-01-12T05:24:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=34618"},"modified":"2026-01-12T14:24:25","modified_gmt":"2026-01-12T05:24:25","slug":"uncen-dorong-pendekatan-budaya-jadi-fondasi-pembangunan-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2026\/01\/12\/uncen-dorong-pendekatan-budaya-jadi-fondasi-pembangunan-papua\/","title":{"rendered":"Uncen Dorong Pendekatan Budaya Jadi Fondasi Pembangunan Papua"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jayapura\u2013 Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Dr. Septinus Saa, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa pembangunan di Tanah Papua perlu dilakukan dengan mengedepankan pendekatan budaya. Hal tersebut dinilai penting mengingat tingginya keragaman etnis dan karakter sosial masyarakat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebutkan bahwa Papua dihuni sekitar 250 suku dengan latar belakang budaya dan lingkungan yang berbeda-beda, sehingga pemahaman yang komprehensif menjadi kunci utama dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPendekatan yang paling tepat dalam membangun Papua seharusnya melalui pendekatan budaya dan antropologi orang Papua,\u201d kata Septinus Saa saat menghadiri dies natalis ke-48 Jurusan Antropologi Uncen di Aula FISIP Uncen, Kota Jayapura, Jumat (9\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, peringatan dies natalis tidak hanya menjadi momentum refleksi akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab keilmuan perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menekankan bahwa riset memiliki peran strategis dalam memperkuat keilmuan sekaligus menjadi dasar dalam mendukung pembangunan Papua. Pemahaman terhadap keragaman budaya Papua, kata dia, hanya dapat diperoleh melalui pendekatan antropologi yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMelalui keilmuan antropologi, kita bisa memahami Papua yang sangat beragam dari sisi budaya dan sosial. Dengan pemahaman itu, pendekatan pembangunan yang dilakukan akan lebih tepat karena berangkat dari karakter masyarakatnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Septinus juga menegaskan bahwa seluruh agen pembangunan di Tanah Papua, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, perlu memahami keragaman masyarakat Papua secara antropologis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berharap ke depan Uncen dapat memperkuat Pola Ilmiah Pokok (PIP) berbasis antropologi, budaya, dan lingkungan, sehingga memiliki karakteristik yang membedakan dari perguruan tinggi lain di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita harus memiliki keunikan dan kekhasan. Uncen bisa menonjol dengan pola ilmiah pokok berbasis antropologi, budaya, dan lingkungan sebagai kekuatan utama,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen, Dr. Marlina Flassy, S.Sos., M.Hum., Ph.D menyampaikan bahwa pendekatan budaya menjadi kunci utama dalam pembangunan Papua karena wilayah ini memiliki keragaman budaya yang tersebar di empat zona besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan bahwa karakter masyarakat Papua di wilayah pesisir berbeda dengan masyarakat di dataran rendah, dataran tinggi, rawa-rawa, perbukitan, hingga wilayah pegunungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMasyarakat Papua di pesisir berbeda dengan yang berada di dataran rendah, begitu juga dengan yang tinggal di dataran tinggi, rawa, perbukitan, dan wilayah gunung,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marlina menegaskan bahwa konsep pembangunan berbasis budaya diyakini mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTidak bisa menyamakan seluruh orang Papua. Secara etnis mungkin sama, tetapi budaya mereka sangat beragam, sehingga pendekatan pembangunannya pun harus berbeda,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jayapura\u2013 Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Dr. Septinus Saa, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa pembangunan di Tanah Papua perlu dilakukan dengan mengedepankan pendekatan budaya. Hal tersebut dinilai penting mengingat tingginya keragaman etnis dan karakter sosial masyarakat Papua. Ia menyebutkan bahwa Papua dihuni sekitar 250 suku dengan latar belakang budaya dan lingkungan yang berbeda-beda,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34619,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489,2515,234,257],"tags":[690],"class_list":["post-34618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-kesejahteraan","category-pembangunan","category-pendidikan","tag-papua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34618"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34620,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34618\/revisions\/34620"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}