{"id":32783,"date":"2025-10-26T20:50:57","date_gmt":"2025-10-26T11:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.suaranewspapua.com\/?p=32783"},"modified":"2025-10-26T20:50:58","modified_gmt":"2025-10-26T11:50:58","slug":"asosiasi-pendeta-indonesia-imbau-masyarakat-papua-tidak-terprovokasi-dan-jaga-kelestarian-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/2025\/10\/26\/asosiasi-pendeta-indonesia-imbau-masyarakat-papua-tidak-terprovokasi-dan-jaga-kelestarian-budaya\/","title":{"rendered":"Asosiasi Pendeta Indonesia Imbau Masyarakat Papua Tidak Terprovokasi dan Jaga Kelestarian Budaya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAYAPURA, 25 Oktober 2025 \u2014 Asosiasi Pendeta Indonesia menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua agar tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif menyusul insiden pembakaran Makota Cenderawasih yang terjadi beberapa waktu lalu. (25\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pernyataan resminya, para pendeta menegaskan bahwa tindakan pembakaran tersebut tidak dibenarkan, namun harus disikapi dengan bijak, tenang, dan penuh keimanan. Mereka menilai bahwa peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap pelestarian alam dan budaya Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebagai orang percaya, kita harus melihat kejadian ini dari kacamata iman. Bisa jadi ini adalah cara Tuhan untuk membuka mata kita agar sadar menjaga dan melindungi kekayaan alam Papua, termasuk burung Cenderawasih yang menjadi simbol budaya kita,\u201d ujar perwakilan Asosiasi Pendeta Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pendeta juga meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan upaya pelestarian satwa dan simbol budaya Papua. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat untuk melindungi burung Cenderawasih sebagai ikon Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita harus berhenti memburu dan memperjualbelikan burung-burung Cenderawasih. Setiap atribut budaya yang terbakar menandakan hilangnya kehidupan satwa yang berharga. Karena itu, mari kita jadikan ini momentum untuk memperkuat tanggung jawab moral dan iman kita,\u201d lanjut pernyataan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asosiasi Pendeta Indonesia juga menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Papua. Mereka mengajak semua pihak untuk tetap menjaga suasana damai serta menjadikan Papua sebagai tanah yang diberkati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTanah ini adalah tanah damai, tanah yang telah Tuhan kuduskan. Mari kita rawat kedamaian, bersatu dalam kasih, dan terus menjaga ketenangan di Tanah Papua. Tuhan Yesus memberkati kita semua,\u201d tutup pernyataan itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA, 25 Oktober 2025 \u2014 Asosiasi Pendeta Indonesia menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua agar tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif menyusul insiden pembakaran Makota Cenderawasih yang terjadi beberapa waktu lalu. (25\/10\/2025). Dalam pernyataan resminya, para pendeta menegaskan bahwa tindakan pembakaran tersebut tidak dibenarkan, namun harus disikapi dengan bijak, tenang,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32784,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5489],"tags":[8287],"class_list":["post-32783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","tag-asosiasi-pendeta-indonesia-imbau-masyarakat-papua-tidak-terprovokasi-dan-jaga-kelestarian-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32783"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32785,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32783\/revisions\/32785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaranewspapua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}